Distribusi Beras SPHP di Trenggalek Dilakukan Bersama Polres dan Kodim, Sasar Masyarakat Juga Pedagang

Published on

spot_img

TRENGGALEK – Warga Trenggalek tidak perlu risau jika pasokan beras seret yang mengakibatkan harganya melonjak.

Ini terjadi mengingat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota untuk memastikan distribusi beras medium dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjalan lancar. Termasuk di Trenggalek.

‎Instruksi tersebut disampaikan setelah ditemukannya kelangkaan stok beras SPHP di Kabupaten Jember.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek memastikan bahwa stok beras SPHP di wilayahnya aman dan terdistribusi dengan baik.

Apalagi saat ini koordinasi antara Pemkab dan Bulog selama ini berjalan sangat lancar. ‎

‎“Kalau SPHP itu kan kewenangannya Bulog. Misalnya Pemkab menghendaki operasi pasar atau gerakan pangan murah, dinas teknis bersurat ke Bulog Tulungagung dan itu mudah banget, karena mereka juga ada penugasan,” ujar Kabag Perekonomian Setda Trenggalek, Rubianto.

Baca Juga  Lapisan Aspal JLS Lot 6 Tulungagung-Trenggalek Rusak Akibat Perubahan Geomorfologi Tanah

‎Di Trenggalek, distribusi beras SPHP dilakukan melalui gerakan pangan murah setiap pekan.

Kegiatan ini digelar bersamaan dengan program salah satunya Makarya Ing Desa Hebat (Mening Deh).

Berkeliling dari satu desa ke desa lainnya agar masyarakat mudah mengakses beras dengan harga terjangkau.

Selain itu, Polres Trenggalek juga telah menggelar operasi pasar di 14 kecamatan dengan total penyaluran 95 ton beras SPHP.

Kodim bersama Koramil juga melakukan kegiatan serupa di 14 kecamatan.

SPHP tidak hanya didistribusikan langsung ke masyarakat, tetapi juga melalui pedagang pasar tradisional lewat program Rumah Pangan Kita di bawah binaan Bulog.

“Seluruh pedagang di Pasar Subuh, Pasar Basah, Pasar Bendorejo itu sudah ada semua. Misalnya di Pasar Basah ada 22 kios yang semuanya dikasih SPHP,” kata Rubianto.

Baca Juga  Fake Banking App Creator Declared Wanted as Police Probe Rp 150 Million Fraud in Trenggalek

‎Untuk memastikan stok dan harga tetap terkendali, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari Pemkab, TNI, Polri, Kejaksaan, dan instansi terkait rutin melakukan pemantauan.

Dengan begitu, selain stok, tim tersebut juga memastikan harganya di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp 12.500 per kilogram.

“Kalau di operasi pasar dijual dengan harga Rp 12 ribu per kilogram atau Rp 60 ribu untuk 1 sak berisi 5 kilogram,” jelas Rubianto.

‎Bulog juga menegaskan kepada para mitra pedagang agar tidak menjual di atas HET.

Namun, jika melanggar, maka kerja sama dengan Bulog akan diputus.

Dengan sistem distribusi berlapis, dukungan lintas instansi, dan pemantauan rutin, Pemkab Trenggalek optimistis distribusi beras SPHP tetap aman dan lancar.

Baca Juga  East Java SPMB 2026 Begins as Trenggalek High School Opens PIN Registration for New Students

“Dengan adanya penyaluran berlapis dan pemantauan rutin, insyaallah kami pastikan tidak ada kelangkaan stok beras SPHP di pasaran,” pungkas Rubianto. (kho/jaz)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Sulawesi History: How Ancient Geological Collisions and Early Human Migration Shaped Indonesia’s Most Unique Island

RADAR TULUNGAGUNG - The story of Sulawesi History stretches back more than 200 million...

The Origins of the Dayak Tribe: Tracing the Ancient Roots, Migration, and Cultural Legacy of Borneo’s Indigenous People

RADAR TULUNGAGUNG - The term "Dayak" commonly refers to indigenous communities that live throughout...

Borneo: How the World’s Only Island Shared by Three Countries Came to Be Divided Between Indonesia, Malaysia and Brunei

RADAR TULUNGAGUNG - Borneo, the world’s only island governed by three sovereign nations, remains...