Pemkot Blitar mulai susun RKPD 2027. Dispendik gunakan SIPDRI untuk integrasikan program pendidikan dan capai target SPM

Published on

spot_img

BLITAR – Pemerintah Kota Blitar mulai menyusun RKPD 2027 Blitar meski tahun 2026 baru memasuki awal bulan. Langkah percepatan ini dilakukan Dinas Pendidikan (Dispendik) untuk memastikan seluruh program pembangunan bidang pendidikan benar-benar terarah, terukur, dan selaras dengan visi daerah.

Penyusunan RKPD tersebut dilakukan melalui aplikasi Sistem Informasi Perencanaan Daerah Terintegrasi (SIPDRI), sebuah platform yang digunakan sebagai satu pintu pengusulan program. Seluruh rencana kegiatan pendidikan wajib masuk ke dalam sistem tersebut agar proses perencanaan lebih transparan dan terintegrasi.

Sekretaris Dispendik Kota Blitar, Iwan Nurdiyanto, mengatakan bahwa penyusunan RKPD tahun 2027 sudah mulai berjalan sejak Januari 2026. Hal ini dilakukan agar sinkronisasi dengan dokumen perencanaan jangka panjang dapat dilakukan tanpa tergesa-gesa.

“Perencanaan RKPD 2027 sudah kami siapkan sejak awal tahun dan seluruh pengusulan program dilakukan melalui SIPDRI agar lebih terintegrasi dan terarah,” ujarnya.

Selaras dengan Renstra dan Visi Wali Kota

Iwan menjelaskan bahwa seluruh usulan program pendidikan dalam RKPD 2027 harus diselaraskan dengan rencana strategis perangkat daerah (Renstra) 2025–2030 serta visi-misi Wali Kota Blitar. Dengan penyelarasan ini, setiap program yang diusulkan tidak hanya menjawab kebutuhan teknis sekolah, tetapi juga mendukung arah pembangunan kota secara keseluruhan.

Baca Juga  Blitar Train Drug Test Clears Railway Workers as Indonesia Tightens Safety Checks Ahead of Eid Travel Season

Sejumlah prioritas pendidikan diharapkan masuk dalam RKPD 2027, seperti:

  • peningkatan layanan pendidikan dasar,
  • pemerataan kualitas sekolah,
  • peningkatan literasi dan numerasi,
  • penguatan kompetensi guru,
  • dan pengembangan infrastruktur pendidikan yang berkelanjutan.

Iwan menegaskan, penyusunan RKPD bukan sekadar rutinitas tahunan. Dokumen tersebut menjadi dasar penyusunan APBD, sehingga setiap tahapannya harus disiapkan dengan sangat matang.

Berpedoman pada Standar Pelayanan Minimal

Penyusunan RKPD 2027 Blitar juga berpedoman pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan yang ditetapkan pemerintah pusat. Indikator SPM meliputi rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, serta capaian literasi dan numerasi pada jenjang SD dan SMP.

“SPM menjadi acuan utama karena berkaitan langsung dengan kualitas layanan. Semua program harus mendukung pencapaian indikator tersebut,” jelas Iwan.

Dalam rapor pendidikan, capaian SPM pendidikan di Kota Blitar saat ini berada pada angka sekitar 86,48 persen. Meski begitu, dalam sistem pelaporan Bina Bangda, capaian tersebut tercatat mencapai 100 persen karena seluruh anak usia sekolah dinilai telah terlayani.

Baca Juga  Blitar Launches ‘TOBAT’ Policy to Ensure Transparent Student Admissions in SPMB 2026

Perbedaan Data, Beda Metodologi

Iwan menjelaskan bahwa perbedaan data antara rapor pendidikan dan Bina Bangda bukan menunjukkan penurunan kinerja, melainkan perbedaan metodologi penilaian. Rapor pendidikan menggunakan sejumlah parameter pembelajaran yang lebih teknis, sedangkan Bina Bangda menilai dari aspek cakupan layanan.

“Perbedaan angka itu terjadi karena metodologi penilaian yang berbeda. Namun, secara layanan, seluruh anak usia sekolah di Kota Blitar sudah terlayani,” paparnya.

Dengan pemahaman ini, Dispendik memastikan penyusunan RKPD tidak hanya mengandalkan satu sumber data. Berbagai instrumen penilaian akan dikombinasikan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang kondisi pendidikan di Kota Blitar.

SIPDRI Permudah Integrasi dan Pengawasan Program

Penggunaan aplikasi SIPDRI dalam penyusunan RKPD 2027 menjadi salah satu inovasi penting Pemkot Blitar. Sistem ini memungkinkan seluruh perangkat daerah mengunggah rencana kerja secara terpusat, sehingga proses verifikasi, sinkronisasi, dan penganggaran menjadi lebih mudah.

Baca Juga  TMMD ke-127 Kodim 0808/Blitar Resmi Dimulai di Gandusari, Usung Spirit Sinergi Bangun Desa

Melalui SIPDRI, seluruh program bidang pendidikan bisa dilihat secara terpadu oleh berbagai unit, mulai dari perencana hingga tim anggaran. Hal ini meminimalkan tumpang tindih program dan memastikan setiap usulan memiliki dasar kebutuhan yang jelas.

Iwan berharap penggunaan SIPDRI dapat meningkatkan akurasi perencanaan serta mempercepat proses penetapan RKPD. Dengan data yang lebih akurat, APBD tahun berjalan juga bisa disusun lebih efisien.

Menuju Perencanaan Pendidikan yang Lebih Tajam

Dengan dimulainya penyusunan RKPD 2027 Blitar sejak awal tahun, pemerintah berharap kualitas perencanaan pendidikan semakin meningkat. Perencanaan yang matang menjadi kunci untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan, terutama dalam memenuhi target SPM dan tantangan pendidikan era sekarang.

Perencanaan yang dilakukan sejak dini memungkinkan perangkat daerah mengantisipasi kebutuhan sekolah, mulai dari infrastruktur, kurikulum, hingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Pemerintah juga berharap RKPD 2027 dapat menjawab kebutuhan pembangunan pendidikan yang lebih merata dan inklusif.

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Eid Traffic Preparations Begin in Trenggalek as Officials Repair Signals and Deploy Road Teams

TRENGGALEK - The Trenggalek administration has stepped up Eid traffic preparations before this year’s...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Sulawesi History: How Ancient Geological Collisions and Early Human Migration Shaped Indonesia’s Most Unique Island

RADAR TULUNGAGUNG - The story of Sulawesi History stretches back more than 200 million...

The Origins of the Dayak Tribe: Tracing the Ancient Roots, Migration, and Cultural Legacy of Borneo’s Indigenous People

RADAR TULUNGAGUNG - The term "Dayak" commonly refers to indigenous communities that live throughout...

Borneo: How the World’s Only Island Shared by Three Countries Came to Be Divided Between Indonesia, Malaysia and Brunei

RADAR TULUNGAGUNG - Borneo, the world’s only island governed by three sovereign nations, remains...