RADAR BLITAR – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0808/Blitar resmi dimulai. Upacara pembukaan digelar di Lapangan Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, kemarin (10/2), dengan nuansa penuh semangat gotong royong yang melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
TMMD ke-127 tahun anggaran 2026 ini mengusung tema “Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”. Tema tersebut mencerminkan komitmen kuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong percepatan pembangunan desa sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Bupati Blitar Rijanto bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan TMMD. Kegiatan ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong dan kentongan sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian program TMMD di wilayah Kabupaten Blitar.
Upacara pembukaan TMMD ke-127 ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kasrem 081/Dhirotsaha Jaya Letkol Inf Meina Helmi, Kapolres Blitar AKBP Rivanda, Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdiansyah, serta perwakilan dari BNN dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar.
TMMD Bukan Sekadar Proyek Fisik
Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI dan seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD ke-127. Menurutnya, TMMD bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi juga momentum strategis untuk merawat semangat kebersamaan dan kegotongroyongan di tengah masyarakat desa.
“TMMD ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Melalui program ini, diharapkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat secara berkelanjutan,” ujar Rijanto.
Ia menegaskan bahwa tema Darma Bakti TMMD “Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” merupakan panggilan bagi seluruh pihak untuk bersatu dan berkontribusi aktif. Keberhasilan TMMD, lanjutnya, bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI, melainkan juga seluruh lapisan masyarakat.
Masyarakat Diminta Terlibat Aktif
Bupati Rijanto mengajak masyarakat Desa Krisik dan sekitarnya untuk terlibat aktif membantu para prajurit TNI selama pelaksanaan TMMD berlangsung. Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan.
“Karena manfaatnya demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa sendiri, sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan nasional yang dimulai dari lingkup terkecil, yaitu desa,” tegasnya.
Program Terpadu Lintas Sektoral
Kasdim 0808/Blitar Mayor Inf Imam Suyoso menjelaskan bahwa TMMD ke-127 merupakan program terpadu lintas sektoral yang difokuskan pada wilayah yang membutuhkan percepatan pembangunan. Program ini dirancang menyentuh berbagai aspek penting kehidupan masyarakat desa.
TMMD tidak hanya menitikberatkan pada sasaran fisik, tetapi juga penguatan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program non-fisik. “Dengan pendekatan yang komprehensif, hasil TMMD diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” terangnya.
Sasaran Fisik dan Non-Fisik
Untuk sasaran fisik, TMMD ke-127 Kodim 0808/Blitar mencakup perbaikan dan pembangunan infrastruktur desa. Di antaranya pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta penyediaan sarana air bersih bagi warga.
Sementara itu, sasaran non-fisik meliputi berbagai kegiatan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Kodim 0808/Blitar akan menggelar penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, edukasi kesehatan, penanganan stunting, serta sosialisasi bahaya narkoba.
“Melalui sasaran non-fisik ini, kami ingin membentuk masyarakat desa yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan sosial yang kuat,” tandas Mayor Imam.
Dengan sinergi yang terbangun antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, TMMD ke-127 diharapkan mampu mencetak desa yang lebih mandiri, maju, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ketahanan nasional dari tingkat desa.

