Pemkab Tulungagung Kebut Saluran Irigasi Perkotaan Sekaligus Penataan Kabel Semrawut

Published on

spot_img

TULUNGAGUNG – Proyek pembangunan saluran irigasi sekaligus penataan jaringan kabel di Jalan Teuku Umar, Tulungagung, sedang dikebut.

Pembangunan saluran irigasi ini direncanakan jadi proyek percontohan sebelum digelar di sejumlah titik lain.

Ditemui di lokasi pengerjaan proyek fisik, Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengungkapkan bahwa pembangunan tersebut tidak hanya fokus pada saluran air, tetapi juga mengatasi kesemrawutan kabel.

Dia menegaskan, saluran yang dibangun sekaligus akan menjadi tempat pengaturan kabel tanam (bawah tanah) untuk jaringan wifi.

“Hari ini (kemarin) saya melihat kegiatan pembangunan saluran air, dan rencana juga ada tempat untuk pengaturan kabel yang tidak di atas. Tapi nanti kabel untuk wifi tanam di bawah agar tidak semrawut dan merusak pemandangan,” ujarnya.

Baca Juga  Tulungagung Appoints 140 Definitive School Principals to End Leadership Vacancies Across Public Schools

​Dia juga menyorot metode pembangunan saluran yang menggunakan sistem cor di tempat, bukan menggunakan box culvert yang merupakan item pracetak.

Menurut dia, penggunaan box culvert akan lebih efisien dan cepat dalam pengerjaan, meski metode cor juga memiliki kelebihan dari segi kekuatan.

“Tapi saya baru tahu ternyata jenis salurannya ini dicor di tempat. Bukan pakai box culvert,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dari segi kontraktor, pemasangan box culvert yang hanya tinggal menggali dan memasang itu akan efisien waktu dan praktis.

“Kalau seperti ini risikonya kan mengganggu lalu lintas terlalu lama,” terangnya.

Disinggung soal anggaran, politikus Partai Gerindra ini mengaku belum dapat memberi angka pasti.

Baca Juga  Bendera Topi Jerami : Lebih dari Sekadar Tengkorak dan Tulang Silang!

Tapi, dia memastikan bahwa anggaran untuk proyek ini sudah masuk dalam perencanaan.

“Anggaran ada. Cuman anggaran kan harus membagi,” jelasnya.

​Lebih lanjut, Baharudin memaparkan bahwa proyek di Jalan Teuku Umar ini adalah desain awal yang bertujuan untuk mempercantik kawasan kota.

Rencananya, pembangunan ini akan diperluas mencakup perbaikan trotoar yang akan menjadi satu paket dengan pembangunan saluran air.

“Insya Allah nanti sampai trotoar. Karena di sini nanti ada percontohan desain awal untuk mempercantik di sekitar kota. Jalan dipercantik untuk kawasan kota,” tuturnya.

Rencananya, proyek ini akan digelar secara bertahap hingga ujung ruas Jalan Teuku Umar.

Wabup juga menyebutkan dua ruas jalan protokol lain yang akan menyusul mendapatkan penataan serupa, yakni Jalan Dokter Sutomo dan Jalan Ahmad Yani Barat.

Baca Juga  Vehicle Registration Fraud Case in Tulungagung Uncovers Misuse of Car Ownership Document

Penataan di Jalan Ahmad Yani Barat, Tulungagung, akan dimulai dari simpang empat 55 hingga tembus ke Kali Jenes yang bersebelahan dengan Barata Convention Hall.

“Itu kan nyambung juga. Kan sudah otomatis satu paket antara saluran dengan trotoar,” katanya. (dit/c1/rka)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

13th Salary for Indonesian Civil Servant Retirees Set to Be Paid in June 2026 After PMK No. 13/2026 Issued

RADAR TULUNGAGUNG - The Indonesian government has confirmed that the 13th salary for Indonesian...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Sulawesi History: How Ancient Geological Collisions and Early Human Migration Shaped Indonesia’s Most Unique Island

RADAR TULUNGAGUNG - The story of Sulawesi History stretches back more than 200 million...

The Origins of the Dayak Tribe: Tracing the Ancient Roots, Migration, and Cultural Legacy of Borneo’s Indigenous People

RADAR TULUNGAGUNG - The term "Dayak" commonly refers to indigenous communities that live throughout...

Borneo: How the World’s Only Island Shared by Three Countries Came to Be Divided Between Indonesia, Malaysia and Brunei

RADAR TULUNGAGUNG - Borneo, the world’s only island governed by three sovereign nations, remains...