Petakan Model Bisnis KDKMP

Published on

spot_img

KOTA, Radar Tulungagung – Model bisnis ratusan unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Tulungagung mulai terpetakan. Pemkab mengungkapkan tingginya persentase ketertarikan pengurus koperasi di dua usaha. Yakni di bidang pertanian dan distribusi LPG alias gas elpiji.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung, Slamet Sunarto menerangkan, saat ini pemkab sedang menanti turunnya regulasi dari pemerintah pusat terkait teknis pelaksanaan KDKMP secara rinci.

Adapun peraturan yang sudah diterima pemkab adalah Keputusan Menteri ESDM per 16 Juli lalu. Di dalamnya mengatur soal model bisnis elpiji di dalam KDKMP.

“Namun demikian, kita menunggu juklak yang lain. Baik dari himbara maupun pupuk. Setelah itu, kita juga ada penguatan dari APBD terkait dengan pelatihan-pelatihan maupun bimtek,” ujarnya.

Dalam model bisnis distribusi elpiji, ada dua skema yang ditimbang. Yakni, KDKMP sebagai agen dan menjadi pangkalan.

Menurut Slamet, paling memungkinkan saat ini adalah mendorong KDMP menggelar bisnis sebagai pangkalan. “Namun implementasinya nanti kami berencana untuk mengundang narasumber dari Pertamina maupun Hiswana untuk memberikan informasi-informasi yang lebih detail,” jelasnya.

Tapi, sampai saat ini memang belum ada unit KDKMP yang mendaftarkan diri sebagai distributor elpiji. Meski begitu, pemkab tetap harus bersiap.

“Data itu belum ada. Namun demikian, karena ini penekanan dari Ibu Gubernur dan tadi sudah disampaikan oleh Pak Presiden, harus ada gudang, salah satunya nanti untuk elpiji itu,” bebernya.

Secara umum, sebagian besar KDMKP memiliki model bisnis di bidang pertanian dan distributor elpiji. Dengan begitu, pemkab perlu banyak menjalin komunikasi dengan lintas sektor.

“Kalau melihat mapping-nya dari Tulungagung ke wilayah pertanian. Jadi nanti kita konsenkan ke wilayah Bulog juga. Kalau kami kemarin list itu ada sekitar 90 persennya pertanian di situ,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menerangkan bahwa pemkab harus memastikan diri sejalan dengan berbagai ketentuan yang dibuat oleh pemerintah pusat dalam program KDKMP.

“Artinya kita dengan Pak Prabowo harus bisa sejalan, sesuai kehendak Bapak Presiden. Pemkab harus bisa bersinergi dengan pemerintah pusat untuk menyukseskan rencana besar Bapak Presiden Prabowo,” sebutnya. (dit/c1/din)

Latest articles

popular

Myanmar to host tourism expo at the end of 2018

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Flights to these big cities will be mega cheap in November

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

The Essential Back-to-Work Style Guide for Men

To understand the new politics stance and other pro nationals of recent times, we...

Red is a must-have trend this season and not just for Christmas

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

Tulungagung Targets Rp546 Billion Investment as Food and Beverage Sector Leads Growth

TULUNGAGUNG - Tulungagung investment is expected to reach Rp546 billion in 2026, as the...