Pemkab Tulungagung Butuh 4 Ribu Pegawai untuk PPPK dan ASN, Bakal Ada Skala Prioritas

Published on

spot_img

TULUNGAGUNG– Meski sudah merekrut tenaga PPPK dan ASN di tahun anggaran 2024, nyatanya kebutuhan pegawai di lingkup Pemkab Tulungagung masih tinggi.

Meski begitu, pemkab wajib mawas, mengingat mandatory spending pegawai juga harus jadi pertimbangan lain.

“Kebutuhan tenaga guru, tenaga teknis, dan tenaga kesehatan mencapai sekitar 4 ribu orang,” terang Kepala BKPSDM Kabupaten Tulungagung, Soeroto, Senin (8/9).

Dia mengaku pemkab melakukan berbagai pertimbangan sebelum memutuskan untuk kembali melakukan pengadaan pegawai.

“Tapi kita skala prioritas. Dalam arti kemampuan keuangan daerah. Kalau mengangkat banyak nanti belanja pegawainya akan naik,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, jumlah tenaga ASN di Pemkab Tulungagung saat ini berkisar 7.000 orang, sedangkan tenaga PPPK mencapai sekitar 5.500 orang.

Baca Juga  Sambirobyong-Pulotondo Road Repair Begins After Years of Damage, Tulungagung Regent Says

Jumlah itu cukup membebani APBD di sektor belanja pegawai. Sebab, jumlah anggaran untuk kebutuhan belanja pegawai mencapai 37 persen dari APBD.

Padahal, mandatory spending di sektor ini batas maksimalnya adalah 30 persen dari APBD.

“Untuk belanja pegawai kita itu kisaran 37 (persen). Akan disesuaikan sambil berjalan. Sesuai dengan ketentuan amanat dari pemerintah pusat, baik dari Kemenpan maupun dari Kementerian Dalam Negeri,” ujar Soeroto.

Disinggung soal tahun depan, Soeroto mengungkapkan bahwa pemkab kembali berencana kembali mengajukan kuota pengadaan ASN. Tahun ini belum ada rencana pengadaan, mengingat pmekab masih fokus pada penuntasan di tahun formasi sebelumnya.

“Untuk rekrutmen ASN direncanakan nanti di 2026 karena ini konsentrasi masih penyelesaian di PPPK yang lolos kemarin di tahap kedua dan PPPK paruh waktu. Banyak paruh waktu, tentunya membutuhkan waktu yang lumayan (panjang),” jelasnya.

Baca Juga  Motorcycle Theft Ngunut: Unlocked Gate and Steering Lock Lead to Stolen Bike at Boarding House

Sayangnya, Soeroto belum dapat merinci jumlah kuota yang diajukan ke pemrrintah pusat. Hal ini akan dibahas lebih lanjut bersama jajaran terkait di lingkup pemkab sebelum didapat angka pasti.

“Belum. Pengajuannya nanti, ya di awal tahun 2026,” pungkasnya. (dit/din)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

More like this

KONI Assets Dispute Emerges as New Blitar Sports Committee Chairman Challenges Handover Decision

BLITAR - A KONI assets dispute has emerged in Blitar City after East Java...

People’s School Program in Blitar Awaits Teacher Guidelines From Central Government

BLITAR - People’s School Program in Blitar City remains in the preparation stage as...

Free Nutritious Meal Program in Blitar Faces Certification Gap as 12 Nutrition Service Units Lack Hygiene Permits

BLITAR - Free Nutritious Meal Program in Blitar City continues to expand, but local...