BLITAR – Dua pelajar dari SMA Negeri 1 Blitar, Arsyaka Kheyza AC dan Erga Raditya SP berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Kompetisi Robotik Internasional 2025 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.
Mereka meraih dua medali emas dan satu perak dalam kategori robot sumo berkapasitas 1 kilogram (kg) dan 3 kg.
Prestasi tersebut semakin istimewa karena keduanya berangkat tanpa dukungan dana maupun pendampingan dari sekolah.
Semua biaya perjalanan, peralatan, dan akomodasi ditanggung secara mandiri oleh keluarga masing-masing.
Kompetisi berlangsung selama dua hari di Hotel Alamis, Jalan Raja Laut, Kuala Lumpur, dan diikuti peserta dari berbagai negara, termasuk Malaysia, dan wilayah lain dari Indonesia, seperti Makassar, Jakarta, Surabaya, dan Sulawesi.
Arsyaka dan Erga menjadi satu-satunya wakil dari Blitar yang ikut serta secara independen.
Untuk mengikuti kompetisi ini, keduanya merancang robot sepenuhnya sendiri selama satu bulan.
Mereka membuat robot berjenis remote control (RC) dengan sistem penggerak berkecepatan tinggi.
Menurut mereka, sistem RC masih lebih cocok digunakan di Indonesia karena perangkat autonomous masih jarang tersedia.
“Robot kami kecil tapi kuat. Ukurannya mini, berat cuma 500 gram, tapi mampu menahan beban hingga 100 gram di arena dorong,” jelas Arsyaka saat ditemui usai kepulangannya dari Malaysia.
Robot buatan mereka menonjol karena memiliki torsi tinggi dan stabilitas kuat berkat pembagian berat yang presisi di bagian tengah.
Desain itu membuat robot tidak mudah terangkat saat bertarung di arena.
Proses pembuatan robot membutuhkan biaya besar.
Beberapa komponen seperti dinamo dan board utama harus diimpor dari luar negeri karena belum tersedia di Indonesia.
Total biaya yang mereka keluarkan mencapai sekitar Rp 20 juta.
“Orang tua yang paling membantu, terutama soal dana. Sekolah tidak bisa mendanai karena katanya anggaran tidak ada,” ungkap Erga.
Keduanya mengaku sempat kecewa karena pihak sekolah baru memberi perhatian setelah mereka dinyatakan menang.
Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus berprestasi dan mengembangkan inovasi di bidang robotika.
Kini, Arsyaka dan Erga berencana untuk melatih siswa-siswa lain melalui kegiatan ekstrakurikuler robotik di sekolah.
Mereka juga menargetkan melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universiti Malaysia agar dapat memperdalam ilmu teknologi dan rekayasa robotika. (*/ady)

Leave a Reply