TULUNGAGUNG – Tulungagung tak pernah kehabisan generasi berbakat.
Kali ini giliran siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Azhaar menyumbang prestasi di bidang nonakademik.
Yaitu, meraih gelar juara umum di Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) tingkat SD/MI se-Jawa Timur yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 11 Oktober lalu.
Prestasi ini terasa lebih manis karena mereka berhasil menyingkirkan para pesaing dari kota-kota besar, termasuk mengalahkan “tuan rumah” dari Surabaya dan sekitarnya.
Kepala MI Al Azhaar, Siti Mukaromah, menceritakan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari semangat juang dan persiapan matang yang dilakukan oleh 16 siswa terpilih.
Proses seleksi ekstra ketat harus dilalui para siswa. Hanya anak-anak dengan postur tubuh tegap, mental kuat, dan fisik prima yang diizinkan bergabung.
“Memang anak-anak yang sempurna, bisa dibilang seperti itu. Jalannya harus lurus kayak anak Paskibra,” ujarnya.
Persiapan intensif dilakukan selama kurang lebih 1,5 bulan.
Jadwal latihan yang padat harus dilakoni, khususnya menjelang hari perlombaan.
Meskipun demikian, pihak sekolah memastikan agar latihan nonakademik ini tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Kalau di Al Azhar itu terbiasa ada LBB, baris-berbaris,” terangnya.
Dia menambahkan, begitu waktu pelaksanaan lomba masih jauh, latihan hanya dilaksanakan sore hari.
Tujuannya agar tidak mengganggu fokus akademis para siswa.
Namun, menjelang hari-H, intensitas latihan ditingkatkan menjadi pagi dan sore, termasuk pada Sabtu dan Minggu.
“Sehingga, bagaimana akademiknya tidak tertinggal tetapi potensi di nonakademiknya nanti tetap bisa optimal,” tegasnya.
Perjalanan menuju panggung kemenangan di UNESA juga dilalui dengan berbagai tantangan.
Tim berangkat pada 10 Oktober sekitar pukul 14.00. Lalu, tiba di Kota Pahlawan malam hadi.
Sesampainya di sana, mereka langsung diinstruksikan untuk menggelar gladi resik untuk melihat medan perlombaan.
Bahkan sempat ada pengalaman menarik saat tim ini harus bangun di tengah malam dan berpindah lokasi istirahat karena ada kendala teknis di lapangan.
Tapi, menurut Siti, hal ini tak menggoyahkan semangat anak didiknya.
“Tidak peduli siang, sore, anak-anak siap untuk berlatih,” ungkapnya.
Di tengah persaingan ketat dengan perwakilan dari kota-kota besar di Jawa Timur, tim MI Al Azhar menunjukkan performa luar biasa.
Kerja keras mereka membuahkan hasil gemilang.
Mereka membawa pulang predikat juara umum, ditambah penghargaan juara best PBB, juara best video teaser, dan juara utama 1.
Momen pengumuman juara menjadi puncak emosional bagi seluruh anggota tim. S
uasana haru menyelimuti tim yang sudah berjuang di dalam perlombaan.
“Jadi anak-anak habis diumumkan, karena barangkali dia terharu. Bagaimana proses dia harus berjuang, terus kemudian diumumkan dia menang. Jadi ndak laki-laki, ndak perempuan, itu netes-netes (menangis),” katanya.
Siti juga menegaskan soal pentingnya menunjukkan kualitas diri meskipun berasal dari daerah.
“Untuk jangan sampai, meskipun kita itu dari desa, kita harus mampu menunjukkan bahwa kita punya potensi yang luar biasa,” tutupnya. (*/c1/rka)

