Bersih Desa: Warisan Kearifan Lokal yang Menjaga Harmoni Alam dan Manusia

Published on

spot_img

Radar Tulungagung – Di tengah derasnya arus modernisasi, masih ada tradisi-tradisi luhur yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat desa di Indonesia. Salah satunya adalah Bersih Desa, sebuah tradisi tahunan yang sarat makna, menjadi wujud syukur sekaligus upaya merawat harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Bersih desa bukan sekadar hajatan, melainkan sebuah ritus budaya yang menyatukan spiritualitas, sejarah, dan gotong royong warga desa. Tradisi ini umumnya dilangsungkan pada bulan Syuro dalam penanggalan Jawa, atau bertepatan dengan bulan Agustus, beriringan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di berbagai desa di Kabupaten Tulungagung, misalnya, tradisi bersih desa masih menjadi agenda sakral yang dinanti masyarakat. Tak hanya sebagai pelestarian budaya, tetapi juga sebagai bentuk doa bersama agar desa dijauhkan dari mara bahaya, serta diberi keberkahan, keselamatan, dan kemakmuran.

Baca Juga  World Dance Day 2026 in Tulungagung Celebrates Bumi Ngrowo Mataya With 30 Dance Studios

Salah satu bentuk ritual paling khas dalam bersih desa adalah Ruwatan. Apa Itu Ruwatan?

Ruwatan berasal dari kata “ruwat” yang berarti melepaskan atau membebaskan. Dalam konteks budaya Jawa, ruwatan adalah sebuah upacara spiritual yang bertujuan untuk membersihkan diri dan lingkungan dari sengkala (kesialan, nasib buruk, atau energi negatif). Ruwatan diyakini mampu menangkal bala serta membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

Ritual ruwatan biasanya dipimpin oleh seorang dalang atau tokoh spiritual, dan dilangsungkan bersamaan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Wayang yang dimainkan pun bukan sembarang lakon. Lakon ruwatan melalui proses pemilihan dan kesepakatan karena mengandung nilai penyucian dan pelepasan dari energi jahat. Pagelaran wayang kulit dalam konteks ini bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan—media komunikasi sakral antara manusia dengan kekuatan adikodrati.

Baca Juga  National Awakening Day Encourages Indonesian Students to Learn and Contribute to the Nation

Lebih dari Sekadar Ritual

Bersih desa dan ruwatan adalah manifestasi kearifan lokal yang memiliki banyak dimensi: religius, sosial, ekologis, dan budaya. Dalam satu perhelatan, kita bisa melihat bagaimana masyarakat bersatu, bagaimana budaya dijaga, dan bagaimana hubungan spiritual dengan alam serta leluhur tetap dihormati.

Di era kini, menjaga tradisi seperti bersih desa bukan berarti menolak kemajuan, tetapi mewarisi nilai-nilai yang membuat masyarakat tetap punya jati diri.

Bersih desa adalah pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, tapi juga tentang merdeka menjaga akar budaya dan hidup selaras dengan alam serta sesama manusia.

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

13th Salary for Indonesian Civil Servant Retirees Set to Be Paid in June 2026 After PMK No. 13/2026 Issued

RADAR TULUNGAGUNG - The Indonesian government has confirmed that the 13th salary for Indonesian...

Eid Traffic Preparations Begin in Trenggalek as Officials Repair Signals and Deploy Road Teams

TRENGGALEK - The Trenggalek administration has stepped up Eid traffic preparations before this year’s...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Madiun Job Fair Draws Thousands as 15,000 Vacancies Offer Hope to Fresh Graduates

RADAR TULUNGAGUNG - The Madiun job fair in East Java attracted thousands of job...

Ngawi Food Prices Surge Ahead of Eid al-Adha as Chili and Shallot Costs Spike Up to 300%

RADAR TULUNGAGUNG - A sharp rise in food prices in Ngawi Regency ahead of...

Jember Food Poisoning Probe Intensifies After Dozens of Kindergarten Students Fall Ill From Free Meal Program

RADAR TULUNGAGUNG - A suspected food poisoning incident linked to Indonesia’s Free Nutritious Meal...