Berkedok Cabai, Ternyata Warga Blitar Ini Tanam Ganja! Begini Kronologi Temuannya

Published on

spot_img

RADAR BLITAR– Polres Blitar Kota berhasil mengungkap ladang ganja di wilayah Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Kemudian, polisi mengamankan ratusan pohon ganja berukuran 10 sentimeter (cm) hingga 90 cm.

Temuan ini bermula dari penangkapan 143 orang perusuh saat melakukan aksi demo anarkis di Kota Blitar.

Setelah dilakukan tes urine, salah seorang peserta berinisial AAP, 25, dinyatakan positif mengonsumsi ganja.

Kapolres Blitar Kota AKBP Titus Yudho Uly melalui Kasi Humas Iptu Samsul Anwar menjelaskan, setelah penangkapan dan kemudian memeriksa intensif terhadap AAP, yang bersangkutan mengaku membeli ganja dari seseorang di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

“Dari keterangan itulah, kemudian polisi melakukan pengembangan. Tim dari Polres Blitar yang dipimpin langsung Kapolres Blitar Kota mendatangi lokasi yang ditunjuk oleh AAP,” ungkap Samsul kepada Koran ini kemarin (3/9).

Baca Juga  Electric Pedicab Program in Blitar Expands Beyond Elderly Drivers as City Targets Full Rickshaw Electrification

Hasilnya, petugas menemukan sekitar 820 pohon ganja dengan berbagai ukuran, mulai dari setinggi 10 sentimeter hingga 90 sentimeter.

Selain tanaman, polisi juga menyita sejumlah bibit dan pot yang bakal digunakan untuk budi daya lanjutan tanaman yang masuk jenis terlarang itu.

Dalam operasi tersebut, Polres Blitar Kota juga turut mengamankan SA, 38, warga setempat yang diketahui kemudian sebagai pemilik ladang dan selama ini membudidayakan tanaman memabukkan itu.

“Pelaku sudah menanam ganja ini selama 2 tahun di kebun rumahnya. Lokasinya berada di lereng pegunungan dengan tanah yang subur sehingga cocok untuk tanaman yang membutuhkan suhu lembap seperti tanaman ganja ini,” ungkapnya.

Selama ini, terang Samsul, warga sekitar sebenarnya melihat aktivitas SA, tetapi tidak mengetahui bahwa jenis tanaman yang dibudidayakan adalah ganja. Apalagi yang bersangkutan mengaku bahwa hanya menanam cabai.

Baca Juga  200 Blitar Pedicab Drivers Trained Ahead of Electric Pedicab Distribution Funded by President Prabowo

“Saat ditanya warga, pelaku selalu menjawab tanaman cabai. Karena itu, warga baru sadar setelah polisi datang dan mengamankan lokasi, kalau yang ditanam SA adalah tanaman ganja,” katanya.

Samsul menegaskan, kasus ini akan dikembangkan lebih jauh untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

Khususnya terkait dari mana asal bibit tanaman ganja diperoleh oleh SA dan seperti selama ini tanaman terlarang itu dijual.

“Semua barang bukti sudah diamankan. Saat ini, pelaku SA dalam pemeriksaan. Kami juga akan mendalami apakah ada keterlibatan pihak lain,” tandasnya. (mg2/c1/ady)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

13th Salary for Indonesian Civil Servant Retirees Set to Be Paid in June 2026 After PMK No. 13/2026 Issued

RADAR TULUNGAGUNG - The Indonesian government has confirmed that the 13th salary for Indonesian...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

Eid Traffic Preparations Begin in Trenggalek as Officials Repair Signals and Deploy Road Teams

TRENGGALEK - The Trenggalek administration has stepped up Eid traffic preparations before this year’s...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Albertus Soegijapranata: How Indonesia’s First Indigenous Catholic Bishop Became a National Hero of Independence

RADAR TULUNGAGUNG – Albertus Soegijapranata, Indonesia’s first indigenous Catholic bishop, played a pivotal role...

Battle of the Java Sea: The World War II Clash That Ended Dutch Colonial Rule in Indonesia

RADAR TULUNGAGUNG - The Battle of the Java Sea in February 1942 became one...

Pierre Tendean: The Young Officer Who Sacrificed His Life to Save Nasution During the G30S 1965 Tragedy

RADAR TULUNGAGUNG - Pierre Tendean remains one of Indonesia’s most respected Revolutionary Heroes, remembered...