Administrasi KSPPS Madani Trenggalek Janggal, Anggap Pengurus Tak Serius Selesaikan Masalah

Published on

spot_img

TULUNGAGUNG – Polemik Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Madani Trenggalek semakin melebar.

Pasalnya, ada sejumlah kejanggalan administrasi dalam pengelolaan koperasi yang berada di wilayah Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek tersebut.

Ini seperti yang disampaikan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek, Mugianto, saat rapat dengar pendapat (RDP) kedua bersama anggota, Rabu (24/9) kemarin.

Dalam hal ini, Mugianto menilai pengurus KSPPS Madani tidak menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan masalah pengembalian dana tabungan anggota.

Padahal, hasil RDP pada Juni 2025 sebelumnya telah menyepakati bahwa penyelesaian dana anggota tuntas pada September 2025.

“Sudah sekian kali kesepakatan RDP Juni 2025 diabaikan. Waktu itu direncanakan pengembalian uang anggota selesai September 2025, tapi sampai hari ini belum juga diselesaikan,” ujarnya.

Baca Juga  Warga Gununggede Keluhkan Bau dan Limbah KSPP, DPRD Blitar Janji Turun Tangan

Dari hasil telaah dokumen, wakil rakyat menemukan adanya dugaan kejanggalan administrasi pada rapat anggota tahunan (RAT) 2024.

Disebutkan, ada tanda tangan pihak yang tidak hadir sehingga menimbulkan keraguan terhadap keabsahan dokumen RAT tersebut.

“Kami klarifikasi, niat pengurus ini apa sebenarnya? Apakah dari awal sudah ada niat yang tidak baik dalam mendirikan koperasi simpan pinjam ini,” tegasnya.

Tak hanya itu, DPRD juga menemukan adanya pola pinjaman ganda yang tidak wajar.

Beberapa anggota diketahui memperoleh pinjaman hingga enam kali meskipun pinjaman pertama belum dilunasi.

Bahkan, pengurus disebut memberikan pinjaman dengan jaminan berupa ATM dan buku tabungan milik pegawai negeri sipil (PNS).

Menurut Mugianto, praktik tersebut mencerminkan manajemen koperasi yang tidak disiplin dan tidak sportif.

Baca Juga  PKB Trenggalek Rewards Former Legislative Candidates to Maintain Party Solidarity After 2024 Election

Kondisi ini berdampak pada runtuhnya kepercayaan anggota terhadap pengurus KSPPS Madani.

“Jika ada indikasi pelanggaran hukum, aparat penegak hukum (APH) perlu menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tandas pria yang akrab disapa Obeng ini. (kho/c1/jaz)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Sulawesi History: How Ancient Geological Collisions and Early Human Migration Shaped Indonesia’s Most Unique Island

RADAR TULUNGAGUNG - The story of Sulawesi History stretches back more than 200 million...

The Origins of the Dayak Tribe: Tracing the Ancient Roots, Migration, and Cultural Legacy of Borneo’s Indigenous People

RADAR TULUNGAGUNG - The term "Dayak" commonly refers to indigenous communities that live throughout...

Borneo: How the World’s Only Island Shared by Three Countries Came to Be Divided Between Indonesia, Malaysia and Brunei

RADAR TULUNGAGUNG - Borneo, the world’s only island governed by three sovereign nations, remains...