BLITAR – Seminggu lebih pascakejadian kebakaran dan penjarahan di Kantor DPRD Kabupaten Blitar, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kembali.
Kini giliran laboratorium forensik (Labfor) Polda Jawa Timur yang turun ke lokasi kejadian. Mereka mengambil beberapa sampel dari beberapa ruang dewan.
Ada delapan petugas polisi yang memakai baju inafis dan labfor.
Mereka mengelilingi ruangan yang menjadi dampak kebakaran pada Minggu (31/8) dini hari. Pos satpam didatangi pertama.
Mereka tidak hanya mengamati lokasi, tetapi juga mendokumentasikan hingga bertanya kepada satpam yang menjadi saksi kejadian.
Tim labfor menelusuri ruangan transit, humas, hingga ruang rapat paripurna yang ada di lantai dua.
Mereka berusaha mengidentifikasi alat yang dijadikan untuk membakar kantor anggota dewan ini.
Bahkan sempat membandingkan peralatan yang dibawa massa pada kejadian di Bumi Penataran ini dengan yang ada di Kediri.
Sayangnya, tim Labfor Polda Jawa Timur enggan untuk diminta keterangan perihal kedatangannya di kantor DPRD Kabupaten Blitar ini.
Meskipun begitu, mereka terlihat membawa plastik yang berisikan abu bekas pembakaran, yang nantinya dijadikan sampel untuk penelitian.
Nantinya diidentifikasi terkait alat atau bahan yang digunakan massa untuk membakar gedung dewan ini.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, membenarkan adanya kunjungan Polda Jawa Timur.
Dia mengatakan, tim dari polda datang untuk menjalankan tugas sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Hari ini (kemarin, Red) kami kedatangan tim labfor dari Polda Jawa Timur. Mereka melaksanakan tugasnya terkait dengan kebakaran yang terjadi di DPRD Kabupaten Blitar. Harapan kami ini segera selesai. Secepatnya nanti bisa dibenahi agar dapat dimanfaatkan menunjang kinerja bapak ibu anggota DPRD dan seluruh staf,” ungkapnya.
Supriadi berharap proses tersebut dapat berjalan cepat. Tujuannya agar sejumlah fasilitas yang dianggap mendesak segera bisa diperbaiki.
Mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan tim dalam menjalankan tugas, Supriadi tidak bisa memastikan secara rinci.
Menurutnya, durasi pekerjaan akan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
“Kalau soal waktu, kami serahkan tim. Selesai sehari, dua hari, atau lebih, itu nanti tergantung mereka. Yang jelas, harapan kami, proses bisa segera rampung,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)

