Personel Polres Trenggalek Terus Asah Kemampuan Dalmas, Tunjukkan Profesionalitas ketika Bertugas

Published on

spot_img

TRENGGALEK – Salah satu tolok ukur profesionalisme aparat kepolisian adalah kompetensi.

Bukan hanya pengetahuan, melainkan juga keterampilan yang relevan dengan bidang tugas, termasuk kemampuan pengendalian massa (dalmas).

Karena itu, polisi harus rutin menggelar pelatihan dalmas dengan melibatkan banyak personel, baik dari jajaran polres maupun polsek.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari keterampilan individu, kelompok setingkat peleton, hingga formasi kompi.

Pada dasarnya, seluruh anggota sudah dibekali pengetahuan dalmas sejak masa pendidikan, tetapi keahlian harus terus diasah agar bisa langsung siap jika diperlukan.

“Jadi, pelatihan ini lebih ke arah refresh sekaligus memberikan teknik baru yang relevan dengan perkembangan dan dinamika saat ini,” ujar Kasatsamapta Polres Trenggalek, Iptu Siswanto.

Baca Juga  BBPJN Study Trenggalek-Ponorogo Landslide Site at KM 16 to Prevent Future Disasters

Dengan begitu, sejumlah perwira berpengalaman ditunjuk sebagai instruktur untuk memastikan materi yang diberikan tepat sasaran.

Pada tahap awal, pelatihan berfokus pada dalmas dasar saat kondisi damai.

Yakni tanpa menggunakan alat dan mengedepankan pendekatan preventif humanis.

“Dalam pelatihan ini, kami juga libatkan tim negosiator. Pelatihan berikutnya akan masuk ke materi dalmas lanjutan dan lintas ganti,” imbuh Siswanto.

Selain keterampilan psikomotorik, peserta juga dibekali dengan pemahaman regulasi, SOP, dan standar kerja dalam pengendalian massa.

Hal ini dinilai penting agar tindakan di lapangan tetap profesional dan sesuai aturan hukum. Sehingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat yang berbuntut panjang.

Siswanto berharap, dengan pelatihan yang digelar secara rutin, kemampuan personel dalam mengendalikan massa semakin terasah.

Baca Juga  Trenggalek Ramp Check Ahead of Eid Travel to Ensure Passenger Vehicle Safety

“Tujuan akhirnya adalah agar setiap anggota bisa menjalankan tugas dengan profesional, terukur, dan tetap mengedepankan sisi humanis,” pungkasnya.(jaz/c1)

 

 

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

13th Salary for Indonesian Civil Servant Retirees Set to Be Paid in June 2026 After PMK No. 13/2026 Issued

RADAR TULUNGAGUNG - The Indonesian government has confirmed that the 13th salary for Indonesian...

More like this

Kekeringan Pacitan, YBM BRILiaN BRI Salurkan 35 Ribu Liter Air Bersih ke 7 Titik

PACITAN, – Krisis air bersih akibat musim kemarau melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan....

Sumpah Pemuda dan Krisis Imajinasi Sebuah Bangsa

Oleh: M. Sholichul Umam Ada yang ganjil dari cara kita memperingati Sumpah Pemuda. Setiap Oktober,...

Dari Jualan Sembako hingga Jadi Agen BRILink, Nofiliya Rasakan Manfaatnya di Pasar Legi Blitar

BLITAR – Nofiliya membuktikan bahwa usaha kecil bisa berkembang dengan memanfaatkan peluang yang ada....