Personel Polres Trenggalek Terus Asah Kemampuan Dalmas, Tunjukkan Profesionalitas ketika Bertugas

Published on

spot_img

TRENGGALEK – Salah satu tolok ukur profesionalisme aparat kepolisian adalah kompetensi.

Bukan hanya pengetahuan, melainkan juga keterampilan yang relevan dengan bidang tugas, termasuk kemampuan pengendalian massa (dalmas).

Karena itu, polisi harus rutin menggelar pelatihan dalmas dengan melibatkan banyak personel, baik dari jajaran polres maupun polsek.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari keterampilan individu, kelompok setingkat peleton, hingga formasi kompi.

Pada dasarnya, seluruh anggota sudah dibekali pengetahuan dalmas sejak masa pendidikan, tetapi keahlian harus terus diasah agar bisa langsung siap jika diperlukan.

“Jadi, pelatihan ini lebih ke arah refresh sekaligus memberikan teknik baru yang relevan dengan perkembangan dan dinamika saat ini,” ujar Kasatsamapta Polres Trenggalek, Iptu Siswanto.

Baca Juga  Fasilitas Pasar Bendo Trenggalek Belum Optimal, Sejumlah Ruangan Tampak Tak Terurus dan Kosong Momplong

Dengan begitu, sejumlah perwira berpengalaman ditunjuk sebagai instruktur untuk memastikan materi yang diberikan tepat sasaran.

Pada tahap awal, pelatihan berfokus pada dalmas dasar saat kondisi damai.

Yakni tanpa menggunakan alat dan mengedepankan pendekatan preventif humanis.

“Dalam pelatihan ini, kami juga libatkan tim negosiator. Pelatihan berikutnya akan masuk ke materi dalmas lanjutan dan lintas ganti,” imbuh Siswanto.

Selain keterampilan psikomotorik, peserta juga dibekali dengan pemahaman regulasi, SOP, dan standar kerja dalam pengendalian massa.

Hal ini dinilai penting agar tindakan di lapangan tetap profesional dan sesuai aturan hukum. Sehingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat yang berbuntut panjang.

Siswanto berharap, dengan pelatihan yang digelar secara rutin, kemampuan personel dalam mengendalikan massa semakin terasah.

Baca Juga  Dinas Perikanan Trenggalek Gelar Kampanye Gemarikan, Langkah Nyata Turunkan Angka Stunting

“Tujuan akhirnya adalah agar setiap anggota bisa menjalankan tugas dengan profesional, terukur, dan tetap mengedepankan sisi humanis,” pungkasnya.(jaz/c1)

 

 

Latest articles

popular

Red is a must-have trend this season and not just for Christmas

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Myanmar to host tourism expo at the end of 2018

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Flights to these big cities will be mega cheap in November

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

The Essential Back-to-Work Style Guide for Men

To understand the new politics stance and other pro nationals of recent times, we...

More like this

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

Tulungagung Targets Rp546 Billion Investment as Food and Beverage Sector Leads Growth

TULUNGAGUNG - Tulungagung investment is expected to reach Rp546 billion in 2026, as the...