Personel Polres Trenggalek Terus Asah Kemampuan Dalmas, Tunjukkan Profesionalitas ketika Bertugas

Published on

spot_img

TRENGGALEK – Salah satu tolok ukur profesionalisme aparat kepolisian adalah kompetensi.

Bukan hanya pengetahuan, melainkan juga keterampilan yang relevan dengan bidang tugas, termasuk kemampuan pengendalian massa (dalmas).

Karena itu, polisi harus rutin menggelar pelatihan dalmas dengan melibatkan banyak personel, baik dari jajaran polres maupun polsek.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari keterampilan individu, kelompok setingkat peleton, hingga formasi kompi.

Pada dasarnya, seluruh anggota sudah dibekali pengetahuan dalmas sejak masa pendidikan, tetapi keahlian harus terus diasah agar bisa langsung siap jika diperlukan.

“Jadi, pelatihan ini lebih ke arah refresh sekaligus memberikan teknik baru yang relevan dengan perkembangan dan dinamika saat ini,” ujar Kasatsamapta Polres Trenggalek, Iptu Siswanto.

Baca Juga  Fake Banking App Creator Declared Wanted as Police Probe Rp 150 Million Fraud in Trenggalek

Dengan begitu, sejumlah perwira berpengalaman ditunjuk sebagai instruktur untuk memastikan materi yang diberikan tepat sasaran.

Pada tahap awal, pelatihan berfokus pada dalmas dasar saat kondisi damai.

Yakni tanpa menggunakan alat dan mengedepankan pendekatan preventif humanis.

“Dalam pelatihan ini, kami juga libatkan tim negosiator. Pelatihan berikutnya akan masuk ke materi dalmas lanjutan dan lintas ganti,” imbuh Siswanto.

Selain keterampilan psikomotorik, peserta juga dibekali dengan pemahaman regulasi, SOP, dan standar kerja dalam pengendalian massa.

Hal ini dinilai penting agar tindakan di lapangan tetap profesional dan sesuai aturan hukum. Sehingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat yang berbuntut panjang.

Siswanto berharap, dengan pelatihan yang digelar secara rutin, kemampuan personel dalam mengendalikan massa semakin terasah.

Baca Juga  Desa Wonocoyo Trenggalek Jadi Sentra Pembuatan Beton, Warisan Turun-temurun dari Generasi Sebelumnya

“Tujuan akhirnya adalah agar setiap anggota bisa menjalankan tugas dengan profesional, terukur, dan tetap mengedepankan sisi humanis,” pungkasnya.(jaz/c1)

 

 

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

Eid Traffic Preparations Begin in Trenggalek as Officials Repair Signals and Deploy Road Teams

TRENGGALEK - The Trenggalek administration has stepped up Eid traffic preparations before this year’s...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Bung Tomo: How the Voice of Surabaya Inspired Indonesia’s Fight for Independence and Shaped Heroes Day

RADAR TULUNGAGUNG - Bung Tomo emerged as one of the most influential figures in...

RA Kartini: How Indonesia’s Women’s Rights Pioneer Challenged Tradition and Inspired a Nation

RADAR TULUNGAGUNG - RA Kartini, one of Indonesia’s most influential national heroines, transformed the...

KONI Assets Dispute Emerges as New Blitar Sports Committee Chairman Challenges Handover Decision

BLITAR - A KONI assets dispute has emerged in Blitar City after East Java...