Festival Jaranan Trenggalek Dapat Apresiasi, Pemkab dan Masyarakat Wajib Berkomitmen Jaga Tradisi

Published on

spot_img

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek jangan asal melaksanakan event ekonomi kreatif.

Hal tersebut dilakukan agar mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Itu seperti Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) yang dinilai keberlangsungannya selama hampir tiga dekade menjadi modal penting dalam pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Sekretaris Kemenparekraf sekaligus Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, menekankan bahwa festival jaranan tak lagi sebatas pertunjukan hiburan.

“Festival Jaranan Trenggalek Terbuka ini merupakan sebuah ekosistem ekonomi kreatif. Bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga menggerakkan pelaku kuliner, kriya, hingga subsektor lain,” ujarnya.

Menurutnya, keberlanjutan festival menunjukkan adanya komitmen masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga tradisi sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat, terutama melalui promosi digital.

Baca Juga  Fake Banking App Creator Declared Wanted as Police Probe Rp 150 Million Fraud in Trenggalek

Harapan agar festival ini bisa menembus kancah internasional turut disuarakan.

“Harapannya Festival Jaranan ini tidak hanya berhenti sebagai event nasional, melainkan juga mampu gaung di level internasional,” lanjut Dessy.

Sementara itu, Asisten Deputi Strategi Event Kemenparekraf, Fransiskus Handoko, menyebut Festival Jaranan Trenggalek berpeluang masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Konsistensi penyelenggaraan yang panjang dinilai menjadi kekuatan tersendiri.

“Tahun ini Trenggalek mengusulkan untuk masuk salah satu event KEN. Dengan pengalaman 29 tahun, event ini berpotensi naik kelas menuju event nasional bahkan internasional,” jelas Fransiskus.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dukungan nyata pemerintah perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan.

Salah satunya melalui kemudahan perizinan dan pendanaan pariwisata yang tidak hanya bersumber dari APBN.

Baca Juga  Fasilitas Pasar Bendo Trenggalek Belum Optimal, Sejumlah Ruangan Tampak Tak Terurus dan Kosong Momplong

“Dukungan itu penting agar kualitas event bisa ditingkatkan. Trenggalek patut dicatat karena konsistensinya menjaga budaya lewat festival ini,” pungkasnya. (kho/jaz)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

13th Salary for Indonesian Civil Servant Retirees Set to Be Paid in June 2026 After PMK No. 13/2026 Issued

RADAR TULUNGAGUNG - The Indonesian government has confirmed that the 13th salary for Indonesian...

Eid Traffic Preparations Begin in Trenggalek as Officials Repair Signals and Deploy Road Teams

TRENGGALEK - The Trenggalek administration has stepped up Eid traffic preparations before this year’s...

More like this

KONI Assets Dispute Emerges as New Blitar Sports Committee Chairman Challenges Handover Decision

BLITAR - A KONI assets dispute has emerged in Blitar City after East Java...

People’s School Program in Blitar Awaits Teacher Guidelines From Central Government

BLITAR - People’s School Program in Blitar City remains in the preparation stage as...

Free Nutritious Meal Program in Blitar Faces Certification Gap as 12 Nutrition Service Units Lack Hygiene Permits

BLITAR - Free Nutritious Meal Program in Blitar City continues to expand, but local...