Jalan Rusak Depan SDN Sukosewu 1 Blitar Dikeluhkan Warga, Berharap Pemerintah Segera Bertindak

Published on

spot_img

BLITAR – Kondisi jalan di depan SDN Sukosewu 1, Kecamatan Gandusari, Blitar, semakin memprihatinkan.

Jalan sepanjang kurang lebih 800 meter itu dipenuhi lubang dan bergelombang.

Saat musim hujan, jalur ini berubah menjadi licin dan sulit dilalui, sedangkan di musim kemarau, debu beterbangan sehingga mengganggu pengguna jalan.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi warga maupun orang tua murid, mengingat jalur itu merupakan akses utama menuju sekolah.

Siti Aminah, salah satu wali murid mengaku, sering cemas setiap kali mengantar anaknya ke sekolah.

“Kalau musim hujan jalan licin. Bahaya juga kalau anak-anak jatuh karena ini batu kerikil semua,” ujarnya.

Kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat perjalanan, tetapi juga bisa mengancam keselamatan siswa yang setiap hari melintas.

Baca Juga  Blitar Vehicle Inspection Program Targets 12,000 Tests as Q1 Achievement Reaches 20%

Hal senada juga disampaikan Setyo, warga setempat.

Dia menuturkan, jalan tersebut digunakan bukan hanya oleh siswa dan guru, melainkan juga oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, seperti pergi ke pasar, bekerja di ladang, atau mengangkut hasil pertanian.

“Kami berharap pemerintah segera memperhatikan jalan ini. Sangat berbahaya kalau dibiarkan terus,” ungkapnya.

Kerusakan jalan di depan SDN Sukosewu 1 sudah cukup lama dirasakan warga.

Mereka khawatir jika tidak segera diperbaiki, kondisi jalan akan semakin parah dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan, sehingga akses vital menuju sekolah ini bisa kembali aman dan nyaman dilalui.

Tak hanya di kawasan SDN Sukosewu 1, kerusakan jalan di desa ini juga terjadi di beberapa titik.

Baca Juga  Jumlah KPM Rastrada di Blitar Menurun, Tahap 3 Turun 35 Penerima

Misalnya, di Dusun Sukoreno, akses yang menghubungkan Desa Sukosewu dengan Dusun Rejokaton, Desa Sumberagung. (mg4/ynu)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

13th Salary for Indonesian Civil Servant Retirees Set to Be Paid in June 2026 After PMK No. 13/2026 Issued

RADAR TULUNGAGUNG - The Indonesian government has confirmed that the 13th salary for Indonesian...

More like this

KONI Assets Dispute Emerges as New Blitar Sports Committee Chairman Challenges Handover Decision

BLITAR - A KONI assets dispute has emerged in Blitar City after East Java...

People’s School Program in Blitar Awaits Teacher Guidelines From Central Government

BLITAR - People’s School Program in Blitar City remains in the preparation stage as...

Free Nutritious Meal Program in Blitar Faces Certification Gap as 12 Nutrition Service Units Lack Hygiene Permits

BLITAR - Free Nutritious Meal Program in Blitar City continues to expand, but local...