TRENGGALEK — Sejumlah pedagang di pusat jajanan dan oleh-oleh khas Trenggalek, di Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Trenggalek, mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli dalam beberapa bulan terakhir.
Padahal, arus lalu lintas di kawasan tersebut terpantau ramai setiap hari.
Salah satu pedagang, Hari, mengaku penurunan minat wisatawan tahun ini drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
“Bulan ini sepi sekali. Beda jauh dengan tahun lalu. Dulu tiap akhir pekan ramai, sekarang kadang sehari cuma beberapa pembeli saja,” ujarnya, Senin (13/10).
Dia yang telah berjualan selama 15 tahun ini menjelaskan, meski jalan utama Trenggalek ramai dilalui kendaraan, banyak pengendara yang tidak singgah ke pusat oleh-oleh.
Menurut dia, promosi dan inovasi dari pemerintah kabupaten (pemkab) sangat dibutuhkan agar produk lokal kembali diminati.
“Kami berharap ada inovasi dari pemerintah, misalnya promosi wisata atau acara yang bisa menarik pengunjung datang ke sini. Kalau begini terus, kami pedagang kecil bisa kewalahan bertahan,” ungkap pria 45 tahun ini.
Para pedagang berharap perhatian dari pemerintah kabupaten dan dinas pariwisata agar geliat ekonomi lokal, khususnya penjualan jajanan khas Trenggalek seperti alen-alen, jenang, dan kripik tempe, bisa kembali meningkat. (gun/c1/din)

