Dari Jualan Sembako hingga Jadi Agen BRILink, Nofiliya Rasakan Manfaatnya di Pasar Legi Blitar

Published on

spot_img

BLITAR – Nofiliya membuktikan bahwa usaha kecil bisa berkembang dengan memanfaatkan peluang yang ada. Berawal dari berdagang sembako di Pasar Legi Kota Blitar, ia kini mengembangkan usahanya dengan membuka tempat ngopi sekaligus menjadi Agen BRILink. Perjalanan tersebut tidak hanya membantu perkembangan bisnisnya, tetapi juga menghadirkan layanan transaksi keuangan yang lebih dekat bagi masyarakat sekitar.

Bagi Nofiliya, mengembangkan usaha bukan sekadar menambah sumber penghasilan. Ia juga ingin tempat usahanya memberikan manfaat lebih luas bagi pelanggan dan lingkungan sekitarnya.

Berawal dari Sembako, Kini Punya Beragam Layanan

Perjalanan usaha Nofiliya dimulai dari aktivitas perdagangan sembako. Seiring waktu, ia melihat peluang untuk memperluas usaha dengan menghadirkan tempat ngopi yang menjadi ruang singgah bagi masyarakat.

Tidak berhenti di situ, Nofiliya kemudian bergabung sebagai Agen BRILink. Kehadiran layanan tersebut membuat tempat usahanya memiliki fungsi lebih beragam, mulai dari memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga melayani transaksi perbankan masyarakat.

Melalui BRILink, masyarakat sekitar dapat mengakses sejumlah layanan transaksi keuangan tanpa harus selalu datang ke kantor bank. Bagi Nofiliya, kesempatan ini menjadi nilai tambah yang mendukung keberlangsungan usahanya sekaligus memperluas manfaat bagi pelanggan.

Kombinasi usaha sembako, tempat ngopi, dan layanan BRILink membuat usahanya semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Peluang tersebut juga menunjukkan bahwa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat terus berkembang dengan membaca kebutuhan lingkungan sekitar.

BRI Bantu Pengembangan Usaha Nofiliya

Dalam menjalankan bisnisnya, Nofiliya memanfaatkan produk dan layanan BRI untuk menunjang aktivitas usaha. Dukungan melalui BRI Unit Kodya turut membantu kelancaran transaksi dan pengembangan layanan kepada pelanggan.

“BRI sangat membantu perkembangan usaha saya. Dengan adanya berbagai produk dan layanan BRI, usaha saya menjadi lebih berkembang dan saya juga bisa memberikan pelayanan yang lebih lengkap kepada masyarakat,” ujar Nofiliya.

Bagi pelaku UMKM seperti Nofiliya, pengembangan usaha tidak selalu harus dimulai dengan membuka bisnis baru dalam skala besar. Menambah layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat usaha yang sudah berjalan.

Keberadaan Agen BRILink juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengambil peran lebih luas. Selain menjalankan aktivitas bisnis utama, agen turut membantu mendekatkan layanan transaksi keuangan kepada masyarakat di sekitarnya.

BRI Blitar Dorong UMKM Naik Kelas

Branch Office Head BRI Blitar Yudika Hanafi mengatakan, BRI terus mendorong pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha sekaligus berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi di lingkungan masing-masing.

“BRI berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra pertumbuhan UMKM. Kami melihat perkembangan usaha Ibu Nofiliya tidak hanya dari semakin beragamnya lini usaha yang dijalankan, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. Melalui BRILink Agen, misalnya, pelaku usaha sekaligus dapat berperan dalam mendekatkan akses layanan transaksi perbankan kepada masyarakat,” ujar Yudika.

Menurut dia, sinergi antara UMKM dan ekosistem produk serta layanan BRI menjadi salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut juga diharapkan memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Yudika menambahkan, UMKM yang naik kelas bukan hanya usaha yang mengalami perkembangan bisnis, melainkan juga mampu menciptakan manfaat lebih besar bagi lingkungan sekitarnya.

BRI melalui BRI Unit Kodya akan terus memperkuat pemberdayaan UMKM dengan menghadirkan produk, layanan, dan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha.

Perjalanan Nofiliya di Pasar Legi menjadi salah satu gambaran bagaimana usaha sederhana dapat berkembang melalui inovasi layanan. Dengan memanfaatkan peluang dan dukungan ekosistem perbankan, pelaku UMKM diharapkan semakin produktif, adaptif, dan berdaya saing sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal.

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

13th Salary for Indonesian Civil Servant Retirees Set to Be Paid in June 2026 After PMK No. 13/2026 Issued

RADAR TULUNGAGUNG - The Indonesian government has confirmed that the 13th salary for Indonesian...

Eid Traffic Preparations Begin in Trenggalek as Officials Repair Signals and Deploy Road Teams

TRENGGALEK - The Trenggalek administration has stepped up Eid traffic preparations before this year’s...

More like this

BRI Trenggalek Serahkan Klaim Asuransi Rp 58,5 Juta kepada Ahli Waris

TRENGGALEK – BRI BO Trenggalek menyerahkan klaim Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia...

QRIS BRI Trenggalek Makin Diminati, Transaksi UMKM Kini Cukup Satu Genggaman

TRENGGALEK - QRIS BRI Trenggalek terus didorong sebagai solusi pembayaran digital yang praktis, aman,...

BRI Pacitan Gandeng Pengadilan Agama, 39 Pegawai Nikmati Layanan Keuangan Terintegrasi

PACITAN - BRI Pacitan terus memperluas sinergi dengan berbagai institusi melalui penyediaan layanan keuangan...