Baru 22 Hewan di Trenggalek Tervaksinasi, Kini Tersisa 53 Dosis Vaksin

Published on

spot_img

TRENGGALEK – Program vaksinasi rabies gratis di Trenggalek masih berjalan.

Pasalnya, hingga kemarin (7/10) sekitar satu minggu pelaksanaan, baru 22 hewan peliharaan yang sudah disuntik vaksin dari 75 dosis yang disediakan dinas peternakan (disnak).

Dari data UPTD Puskeswan Ngadirenggo, 22 hewan yang sudah tervaksin terdiri dari 20 ekor kucing dan 2 ekor monyet. Pelaksanaannya terpusat di Pogalan dan antusiasme warga terlihat sejak pagi.

Warga datang silih berganti membawa hewan kesayangan mereka untuk mendapat vaksin rabies.

Dokter hewan UPTD Puskeswan Ngadirenggo, drh Mohammad Lukki mengatakan, vaksinasi rabies ini menjadi langkah nyata untuk menjaga Trenggalek tetap bebas dari penyakit rabies.

“Selama ini Trenggalek memang belum ditemukan kasus rabies. Tapi jangan sampai muncul. Karena itu, setiap tahun, kami gelar vaksinasi agar masyarakat tenang dan hewan peliharaan tetap sehat,” terangnya.

Baca Juga  Trenggalek Police Patrols Intensify as Eid Crowds Fill Markets and Shopping Centers

Dia menyebut, meski belum banyak hewan yang divaksin, kegiatan masih akan terus dilanjutkan hingga kuota 75 dosis habis.

“Masih terus berjalan. Mudah-mudahan semua dosis bisa tersalurkan,” ujarnya.

Tidak semua hewan bisa langsung mendapat vaksin.

Menurut Luki, pemilik wajib memastikan beberapa syarat sebelum hewan divaksin.

Syarat tersebut seperti hewan harus sehat, usianya minimal 5 bulan, dan tidak sedang hamil atau menyusui.

Selain itu, vaksinasi rabies idealnya dilakukan setiap tahun.

“Supaya daya tahan tubuh hewan terhadap virus tetap kuat, vaksinasi sebaiknya rutin dilakukan tiap tahun,” tambahnya.

Meski disambut antusias, pelaksanaan vaksinasi masih menghadapi beberapa kendala.

Selain jumlah dosis yang terbatas, lokasi vaksinasi yang terpusat di Pogalan membuat warga dari kecamatan lain harus menempuh jarak jauh.

Baca Juga  Bus Safety Checks Begin in Trenggalek as Drivers Undergo Urine Tests Before Eid Travel Peak

Luki berharap ke depan pelaksanaan bisa dilakukan lebih merata di berbagai wilayah.

“Trenggalek masih bebas rabies dan kita ingin kondisi ini tetap terjaga. Makanya vaksinasi harus terus digalakkan, bukan hanya saat momen tertentu,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga, Wawin Setyorini, mengaku senang dengan program ini.

Dia datang membawa tiga monyet peliharaannya untuk divaksin. “Kalau vaksin mandiri, biayanya lumayan.

Dengan program gratis ini, saya jadi tenang karena hewan peliharaan sehat,” ujarnya.(jaz/c1/rka)

Latest articles

popular

Myanmar to host tourism expo at the end of 2018

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Flights to these big cities will be mega cheap in November

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

The Essential Back-to-Work Style Guide for Men

To understand the new politics stance and other pro nationals of recent times, we...

Red is a must-have trend this season and not just for Christmas

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

Tulungagung Targets Rp546 Billion Investment as Food and Beverage Sector Leads Growth

TULUNGAGUNG - Tulungagung investment is expected to reach Rp546 billion in 2026, as the...