APBD Tulungagung Terbatas, Infrastruktur Bergantung pada Bantuan Pusat untuk Pembangunan Daerah

Published on

spot_img

TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung saat ini tengah menyusun perencanaan anggaran, khususnya di bidang infrastruktur, untuk tahun anggaran 2026.

Mengingat minimnya APBD, pemkab masih berharap banyak pada bantuan pemerintah pusat.

Kepala BPKAD Tulungagung ​Dwi Hary Subagyo menjelaskan, secara ideal, pemkab sangat mengharapkan pembiayaan infrastruktur berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Namun, dia menyebut bahwa anggaran murni untuk infrastruktur dari APBD masih terbatas.

Total APBD 2026 mencapai angka sekitar Rp 3 triliun, yang sekitar sepertiganya dialokasikan untuk kebutuhan belanja pegawai.

​”Hanya Rp 180 miliar (untuk infrastruktur), sekitar itu. Masih kecil sekali,” ujarnya.

​Karena keterbatasan APBD, Pemkab Tulungagung juga berupaya mengajukan dukungan dari pemerintah pusat.

Baca Juga  Jatuh Bangun Mulyono Kembangkan Bisnis Jambu Kristal di Tulungagung, Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar

Hary menyebut pemkab juga bakal menerima program bantuan infrastruktur berupa program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).

“Pak Bupati bergerak. Ada program Inpres Jalan Daerah itu, insya Allah tahun ini kita dapat. Karena waktunya sangat mepet, kita utamakan yang sifatnya pengerjaannya itu tidak lebih dari dua bulan. Kan (titiknya ada di) Boyolangu-Campurdarat itu,” jelasnya.

Disinggung ihwal mandatory spending infrastruktur di tahun depan, mantan kepala dinas PUPR ini mengaku bahwa pemkab tetap berupaya memenuhi batas alokasi anggaran untuk kebutuhan infrastruktur sebesar 40 persen dari total APBD.

“Sebenarnya gini, kalau kita berbicara pengalinya infrastruktur berapa, itu sebenarnya sudah. Kalau kita bisa menaikkan infrastruktur juga tidak harus menambah alokasi infrastruktur. Menambah pendapatan juga menambah persentase untuk infrastrukturnya. Sebenarnya seperti itu,” katanya.

Baca Juga  Penyelamatan Manuskrip Tanggung Jawab Bersama, Dinperpusip Tulungagung Gelar Workshop Identifikasi dan Pendataan Naskah Kuno Nusantara

Menurut dia, saat ini alokasi anggaran infrastruktur diambil dari belanja modal.

Lalu, ada 3.300 kode rekening yang masuk bekanja infrastruktur.

Maka, belanja modal memang tidak hanya diperuntukkan merealisasi pembangunan jalan.

“Tapi tagging-nya itu masuk kodifikasi rumah itu bisa masuk. Itu yang harus kita petani (cermati). Belanja modal itu terdiri dari belanja model peralatan mesin, gedung bangunan, jalan, irigasi, (hingga) belanja modal aset-aset,” ucapnya. (dit/c1/din)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

13th Salary for Indonesian Civil Servant Retirees Set to Be Paid in June 2026 After PMK No. 13/2026 Issued

RADAR TULUNGAGUNG - The Indonesian government has confirmed that the 13th salary for Indonesian...

Eid Traffic Preparations Begin in Trenggalek as Officials Repair Signals and Deploy Road Teams

TRENGGALEK - The Trenggalek administration has stepped up Eid traffic preparations before this year’s...

More like this

Homo Erectus Fossils in Java Challenge Long-Held Human Evolution Theories, Highlighting Indonesia’s Global Scientific Importance

RADAR TULUNGAGUNG - The discovery of Homo erectus fossils estimated to be 1.8 million years...

Bubat War Controversy: Did the Majapahit-Sunda Tragedy Really Happen or Is It a Historical Myth?

RADAR TULUNGAGUNG - The Bubat War remains one of the most controversial episodes in...

B.J. Habibie Legacy: How Indonesia’s Engineer-President Rescued a Nation and Laid the Foundations of Reform

RADAR TULUNGAGUNG - The legacy of B.J. Habibie continues to shape modern Indonesia decades after...