TULUNGAGUNG – Seorang siswi kelas 12 SMK Kesehatan Bhakti Indonesia Medika Blitar bernama Gracella Girly Yuriske berhasil menorehkan prestasi membanggakan.
Gadis berusia 18 tahun asal Karanganyar Timur, Kecamatan Nglegok, Blitar, ini dipercaya mewakili daerahnya dalam ajang Duta Lalu Lintas tingkat Provinsi Jawa Timur.
Perjalanannya dimulai sejak duduk di bangku kelas 10 ketika pertama kali terpilih sebagai Duta Sekolah pada 2023.
Dari sana, langkahnya berlanjut hingga menjadi Duta Pemuda Kesehatan Kabupaten Blitar pada 2024, dan kini bersiap menuju Grand Final Duta Lalu Lintas Polda Jatim yang akan digelar pada 23 Oktober mendatang di Gedung Mahameru, Polda Jatim.
Inspirasi untuk terjun ke dunia perdutaan datang dari teman dekatnya yang lebih dulu menjadi duta.
Dari sana, dia mulai tertarik, belajar berbicara di depan umum, hingga akhirnya menemukan panggilannya sendiri di dunia ini.
“Aku lihat temanku keren banget, pintar ngomong, berwawasan, dan selalu tampil percaya diri. Dari situ, aku termotivasi buat ikut juga,” tuturnya.
Kesuksesan itu tentu tidak datang begitu saja.
Dia harus melewati berbagai tahapan seleksi, mulai dari tes tulis, wawancara, hingga unjuk bakat.
Setelah lolos, para finalis dikarantina untuk mendapat pembekalan dan penilaian akhir sebelum grand final.
“Waktu itu ada beberapa kali wawancara juga, dan semuanya jadi pengalaman berharga,” kenangnya.
Meski padat kegiatan, dia tetap berusaha menyeimbangkan waktu antara tugas sekolah, magang, dan persiapan menuju ajang provinsi.
Saat ini, dia sedang menjalani magang di fasilitas kesehatan sesuai jurusannya sambil mempersiapkan berkas dan latihan untuk lomba.
“Kadang pagi magang, sorenya latihan dan nyiapin karya tulis. Jadi memang harus pintar bagi waktu,” katanya.
Tak hanya berprestasi, gadis ini juga memiliki ide cemerlang lewat program Sekolah Anak Tanggulangi Kecelakaan yang dirancang untuk ajang Duta Lalu Lintas.
Program ini menargetkan siswa SD dan SMP agar memahami pentingnya keselamatan di jalan.
“Sekarang banyak anak SD-SMP sudah naik sepeda listrik di jalan raya. Aku pengin edukasi mereka soal keselamatan,” jelasnya.
Selama perjalanan menjadi duta, salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika melakukan kunjungan ke rumah sakit saat menjadi Duta Kesehatan.
Dia terenyuh melihat anak-anak kecil yang harus menjalani cuci darah akibat gaya hidup tidak sehat.
Pengalaman itu membuatnya semakin sadar pentingnya edukasi kesehatan sejak dini.
Gadis muda ini berpesan agar generasi muda tidak takut mencoba dan berani melangkah maju.
Menjadi duta bukan hanya soal selempang dan panggung, melainkan tentang keberanian untuk menjadi contoh nyata bagi rekan sesama.
“Lebih baik gagal tapi sudah mencoba, daripada gagal tapi belum pernah mencoba,” katanya. (mg5/c1/ady)

