Perpustakaan Pijar Kembali Buka Lapak Gratis di Alun-Alun Blitar setelah Sempat Vakum saat Pandemi Covid-19

Published on

spot_img

BLITAR – Perpustakaan Pijar, salah satu perpustakaan jalanan, kembali beroperasi pada September lalu setelah vakum akibat pandemi.

Perpustakaan ini diinisiasi mahasiswa bernama Klana yang terinspirasi kegiatan literasi di Bandung.

Menyediakan banyak buku gratis untuk dibaca dan dipinjam tanpa kartu anggota atau biaya.

Setiap Jumat dan Sabtu sore, salah satu sisi Alun-Alun Kabupaten Blitar disulap menjadi perpustakaan terbuka.

Puluhan buku dari novel hingga komik tersedia gratis untuk sekadar dibaca atau dipinjam. Inilah Perpustakaan Pijar, perpustakaan jalanan yang kembali aktif setelah vakum selama beberapa tahun.

Setiap akhir pekan, ketika matahari mulai terbenam, Perpustakaan Pijar hadir sebagai oasis literasi.

Pintu terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin menimba ilmu atau sekadar menikmati bacaan ringan.

Sangat cocok untuk menikmati akhir pekan yang santai ditemani senja dan sepoi angin.

Mulanya, Perpustakaan Pijar diinisiasi oleh Klana, mahasiswa asal Blitar yang gemar membaca sejak SMA.

Ketika menempuh kuliah di Bandung, dia terpapar berbagai kegiatan literasi yang marak di Kota Kembang.

Atmosfer itulah yang kemudian menginspirasinya membawa semangat serupa ke kampung halaman.

Bersama sejumlah teman, Klana memulai lapak baca pertama pada 2016 di kawasan Kebon Rojo.

Modal awalnya murni dari koleksi buku pribadi.

Seiring waktu, donasi masyarakat mulai berdatangan seperti komik, novel, puisi, buku anak, hingga buku pengetahuan umum.

Dua pengelola, Ratna dan Kumbang, nama pena, hadir rutin membawa buku-buku untuk warga.

Meski hanya Ratna dan Kumbang yang hadir secara fisik, di balik layar terdapat tim yang terus mendukung operasional.

Sistem peminjaman yang diterapkan sangat sederhana.

Tanpa kartu anggota, tanpa biaya.

Cukup catat nama, nomor kontak, judul buku yang dipinjam, dan mengikuti akun Instagram Perpustakaan Pijar.

Pengembalian pun tidak dibatasi waktu alias fleksibel.

“Kalau orang-orang tidak memiliki akses atau kurang bisa menjemput buku bacaan di perpustakaan, maka buku itu yang akan menghampiri mereka,” ujar Ratna.

Aktivitas Perpustakaan Pijar sempat berhenti 8 tahun lalu.

Pandemi Covid-19 dan kesibukan para pengelola menjadi kendala utama.

Namun, tekad untuk menghidupkan kembali gerakan literasi tidak pernah padam.

September tahun ini, perpustakaan jalanan tersebut kembali beroperasi dengan memilih lokasi lebih strategis.

Yakni di alun-alun kabupaten yang ramai dikunjungi warga setiap akhir pekan.

Awal mula kehadiran Perpustakaan Pijar tidak serta-merta disambut antusias.

Pada 2016 lalu, masyarakat masih skeptis terhadap kegiatan literasi semacam ini.

Untuk apa membaca buku? Suatu ironi jika disandingkan dengan zaman sekarang.

Namun, konsistensi membuahkan hasil. Perlahan, pandangan warga mulai berubah.

Kini tidak jarang terlihat orang tua membacakan buku untuk anak-anaknya yang belum lancar membaca.

Ada pula yang meminta bantuan pengelola untuk membacakan cerita.

Ratna mengaku perubahan sikap masyarakat sangat terasa.

“Sekarang orang lebih terbuka. Mereka lihat ada buku disediakan, gratis, langsung dibaca. Bahkan, ada yang rutin datang setiap minggu,” katanya.(*/c1/ady)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

13th Salary for Indonesian Civil Servant Retirees Set to Be Paid in June 2026 After PMK No. 13/2026 Issued

RADAR TULUNGAGUNG - The Indonesian government has confirmed that the 13th salary for Indonesian...

More like this

BRI Trenggalek Serahkan Klaim Asuransi Rp 58,5 Juta kepada Ahli Waris

TRENGGALEK – BRI BO Trenggalek menyerahkan klaim Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia...

QRIS BRI Trenggalek Makin Diminati, Transaksi UMKM Kini Cukup Satu Genggaman

TRENGGALEK - QRIS BRI Trenggalek terus didorong sebagai solusi pembayaran digital yang praktis, aman,...

BRI Pacitan Gandeng Pengadilan Agama, 39 Pegawai Nikmati Layanan Keuangan Terintegrasi

PACITAN - BRI Pacitan terus memperluas sinergi dengan berbagai institusi melalui penyediaan layanan keuangan...