Butuh Komunikasi Dua Arah Guru-Murid

Published on

spot_img

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar – Aksi perundungan yang terjadi di salah satu SMP negeri di Kabupaten Blitar, kini tengah menjadi sorotan masyarakat. Sebagian besar kalangan menyesalkan peristiwa itu terjadi dan meminta segera ada penanganan serius dari sejumlah pihak terkait.

Sorotan itu salah satunya datang dari anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar, Eva Novianti. Meskipun peristiwa tak terpuji itu terjadi di wilayah kabupaten, aksi perundungan tersebut jangan sampai dibiarkan dan wajib menjadi atensi bersama.

”Saya juga sebagai orang tua sangat menyesalkan kejadian ini. Apalagi ketika melihat video aksi perundungan itu rasanya sedih. Miris melihatnya sampai segitunya, makanya harus ada atensi serius,” ungkapnya.

Baca Juga  Blitar Hajj Waiting List Reaches 27 Years as Pilgrim Registrations Continue to Rise

Menurutnya, aksi perundungan di lingkungan sekolah tidak boleh dibiarkan. Pihak sekolah kudu peka terhadap kondisi anak didiknya. ”Maka itu diperlukan komunikasi dua arah antara guru dan siswa. Dengan begitu bisa dipantau perkembangan anak didiknya,” terang politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Apabila ada anak didik yang memiliki permasalahan di sekolah agar bercerita kepada guru, khususnya guru wali kelas. Ajak anak untuk mengungkapkan permasalahan yang sedang menimpa. Buat anak merasa aman, nyaman, dan tenang dalam menghadapi permasalahan.

Intinya, langkah antisipatif harus dilakukan oleh pihak sekolah untuk meminimalisasi tindak perundungan sesama anak didik. Pendidikan karakter dan komunikasi dua arah wajib ditekankan. ”Jika perlu undang instansi terkait untuk melakukan sosialisasi maupun edukasi tentang bahaya bullying (perundungan). Bisa juga dari kepolisian yang membahas terkait bahaya perundungan dan risiko hukumnya,” terangnya.

Baca Juga  Fakta “Menyedihkan” Destinasi Wisata Kabupaten Blitar : 10 Pantai Eksotik Terkendala Akses

Sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak, maka itu guru seoptimal mungkin membuat anak merasa aman dan nyaman. Lakukan komunikasi dua arah untuk mewujudkan sekolah yang ramah. ”Terpenting, orang tua juga tetap perlu memantau perkembangan anak. Komunikasi dengan guru juga sangat perlu, apalagi kini sudah dimudahkan dengan teknologi komunikasi. Manfaatkan dengan baik,” pungkasnya. (sub/c1/ady)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

Eid Traffic Preparations Begin in Trenggalek as Officials Repair Signals and Deploy Road Teams

TRENGGALEK - The Trenggalek administration has stepped up Eid traffic preparations before this year’s...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Kekeringan Pacitan, YBM BRILiaN BRI Salurkan 35 Ribu Liter Air Bersih ke 7 Titik

PACITAN, – Krisis air bersih akibat musim kemarau melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan....

Sumpah Pemuda dan Krisis Imajinasi Sebuah Bangsa

Oleh: M. Sholichul Umam Ada yang ganjil dari cara kita memperingati Sumpah Pemuda. Setiap Oktober,...

Dari Jualan Sembako hingga Jadi Agen BRILink, Nofiliya Rasakan Manfaatnya di Pasar Legi Blitar

BLITAR – Nofiliya membuktikan bahwa usaha kecil bisa berkembang dengan memanfaatkan peluang yang ada....