Melihat Produksi Permen Tape Khas Blitar, Penjualan Sudah Tembus Hong Kong

Published on

spot_img

BLITAR– Usaha permen tape Enny Herawati, warga Desa/Kecamatan Selopuro, Blitar, sudah berjalan hampir 30 tahun.

Hanya bermodal Rp 8 ribu, dia memberanikan diri untuk merintis bisnis jajanan tradisional tersebut.

Berkat ketekunannya, kini produknya berhasil tembus hingga luar negeri.

Aroma tape dan manis gula begitu kuat saat tim Jawa Pos Radar Blitar menginjakkan kaki ke dapur rumah milik Enny Herawati.

Hampir setiap hari asap tetap mengebul untuk mengolah tape-tape menjadi permen tradisional khas Blitar.

Ya, perjalanan Enny dalam berbisnis permen tape dimulai pada akhir 1990-an.

Kala itu, dia hanya bermodalkan uang seadanya dan sepeda ontel untuk berkeliling menjajakan dagangan.

Produk permen tape yang dia kreasikan perlahan mendapat tempat di hati masyarakat.

Baca Juga  KONI Blitar Grant Funds Remain Frozen Amid Leadership Uncertainty

“Dulu, saya bawa permen pakai sepeda keliling kampung. Hasilnya kecil, tapi saya yakin kalau tekun pasti bisa berkembang,” kenangnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.

Meski sempat terhenti selama 5 tahun akibat inflasi dan mahalnya harga gula, Enny tidak menyerah.

Dia bangkit kembali dengan semangat baru. Dukungan keluarga dan doa menjadi modal penting untuk terus berusaha.

“Saya jatuh bangun, tapi selalu percaya bahwa usaha kecil ini bisa jadi jalan rezeki,” ujarnya.

Kini, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diberi nama Permen Tape Rukun itu sudah berkembang pesat.

Usahanya berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Produksinya rutin dipasarkan ke Blitar, Surabaya, Malang, hingga Gresik.

Bahkan, permennya sudah menembus pasar internasional lewat pesanan pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong dan Taiwan.

Baca Juga  PSHT Dualism Dispute Sparks Protest at Blitar Legislative Council

“Biasanya mereka pesan untuk oleh-oleh atau dijual lagi di sana. Rasanya unik, karena tape jarang diolah jadi permen. Itu yang bikin banyak orang suka,” jelasnya.

Dalam kondisi normal, produksi harian mencapai 90 kilogram. Menjelang Lebaran, jumlah itu bisa melonjak hingga 1 kuintal per hari.

Meski begitu, Enny tetap mengutamakan kualitas dan menjaga cita rasa agar permen tape khas Blitar ini tetap konsisten.

Keuletan Enny bukan hanya memberi manfaat bagi keluarganya, melainkan juga membantu lingkungan sekitar.

Beberapa warga lokal ikut bekerja membantunya memproduksi permen.

Dengan begitu, usahanya juga membuka lapangan kerja meski skala kecil.

Bagi Enny, usaha ini bukan sekadar mencari keuntungan.

Baca Juga  Cerita Menarik Komunitas Makan Gratis Keliling asal Gandusari Blitar: Bagi-bagi Makanan Setiap Jumat Legi

Ada misi lain yang lebih besar: menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin.

Dari hasil usaha permen tape, dia berhasil mengantarkan dua anaknya lulus perguruan tinggi hingga ke jenjang S-2.

“Alhamdulillah, ini berkat doa dan usaha. Saya hanya lulusan SMA, tapi anak-anak harus lebih tinggi pendidikannya. Itu doa saya sejak awal,” tuturnya haru.

Kisah perjuangan Enny menunjukkan bagaimana ketekunan bisa mengubah kehidupan.

Dari modal kecil, kegigihannya kini membuahkan hasil besar.

Dia berharap UMKM sepertinya mendapat lebih banyak perhatian agar bisa terus berkembang dan bersaing, baik di pasar lokal maupun internasional.

“Harapan saya sederhana, semoga usaha ini bisa terus ada. Menjadi oleh-oleh khas Blitar dan bisa mengangkat nama daerah,” pungkasnya. (*/c1/sub)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

Eid Traffic Preparations Begin in Trenggalek as Officials Repair Signals and Deploy Road Teams

TRENGGALEK - The Trenggalek administration has stepped up Eid traffic preparations before this year’s...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Gemilang! Percasi Tulungagung Ukir Sejarah Raih Runner-up Juara Umum Kejurprov Catur Jatim 2026

Pendahuluan Kabupaten Tulungagung kembali mengukir tinta emas...

Makanan Sehat untuk Diet: Raih Berat Ideal dengan Pilihan Tepat

Memulai perjalanan diet untuk mencapai berat badan ideal seringkali diiringi pertanyaan: makanan apa yang...

NestJS untuk Pemula: Panduan Lengkap Membangun API Modern dengan TypeScript

Dunia pengembangan backend terus berkembang pesat, dan salah satu framework yang semakin populer di...