Sembahyang Ulambana di Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung: 3 Ribu Paket Sembako Dibagikan, Penuhi Kebutuhan Arwah Leluhur

Published on

spot_img

TULUNGAGUNG – Menandai bulan ke-7 kalender Imlek tahun ini, pengurus Kelenteng Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tjoe Tik Kiong Tulungagung kembali menggelar upacara sembahyang Ulambana.

Selain mendoakan dan mengirim persembahan bagi leluruh, momen ini juga diramaikan pembagian paket sembako yang menyedot ribuan masyarakat Tulungagung.

Tulungagung masih beratapkan langit mendung saat warga antre masuk ke Kelenteng TITD Tjoe Tik Kiong pada Rabu (10/9) pagi.

Para pengurus Kelenteng TITD Tjoe Tik Kiong Tulungagung berseragam pakaian berwarna merah tampak sigap mengarahkan para peserta dengan dibantu oleh jajaran TNI/Polri dan ormas.

Sebagian panitia mengarahkan umat bersiap sebelum mulai digelar peribadatan.

Di pelataran kelenteng itu, ada banyak paket sembako dibungkus kantong plastik warna merah yang nantinya akan dibagikan ke masyarakat.

Baca Juga  Tulungagung THR 2026 Worth Rp54.5 Billion to Be Paid Before Eid Leave, Covering 15,000 Civil Servants

“Ini acara rutin diadakan TITD setiap tahunnya. Ini bulan Imlek, jadi istilahnya sana ngomong Bulan Setan. Itu maksudnya bulan ini di nirwana atau (alam) arwah dibuka, supaya arwah itu bisa bebas selama satu bulan mengunjungi familinya,” kata pengurus Kelenteng TITD Tjoe Tik Kiong, Wibitono.

Ada berbagai prosesi dalam rangkaian sembahyang Ulambana.

Mulai dari sembahyang dewa-dewa di dalam kelenteng, sembahyang di halaman kelenteng, dan pembagian paket sembako ke warga.

Pria yang juga menjadi ketua penitia upacara sembahyang Ulambana 2025 ini menambahkan, rangkaian peribatan ini bertujuan sebagai persembahan bagi dewa dan arwah leluhur.

“Agar mereka tidak mengganggu manusia yang masih di dunia ini,” ucapnya.

Baca Juga  Solidarity Weaving Togetherness, Christmas Eve Mass Celebrated in Solemn Reverence

Proses persiapan digelar selama sebulan. Selama itu, panitia membuka donasi dari umat.

Donasi yang terkumpul dibagikan ke masyarakat dalam bentuk sembilan bahan pokok (sembako) dan berbagai bahan makanan dan minuman.

“Kita belikan atau ditukarkan dengan sembako. Sembako kali ini 3.000 paket. Ada beras, ada minyak, ada gula, ada mi, ada kopi bubuk, dan buah-buahan,” ujar Wibitono.

Meski jumlah paket sembako yang dibagikan mencapai ribuan, panitia memilih untuk menanggalkan penggunaan kupon dalam proses pembagian. Sebagai gantinya, diberlakukan sistem pembagian secara antre satu jalur.

“Ndak pakai kupon.Tapi kita atur secara tertib. Iya. Ndak, jangan direbutkan, bahaya itu. Dan kalau direbutkan itu tidak etis,” tegasnya.(*/c1/din)

Baca Juga  Tulungagung Limits ASN Recruitment as Employee Spending Exceeds Government Cap

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

More like this

Homo Erectus Fossils in Java Challenge Long-Held Human Evolution Theories, Highlighting Indonesia’s Global Scientific Importance

RADAR TULUNGAGUNG - The discovery of Homo erectus fossils estimated to be 1.8 million years...

Bubat War Controversy: Did the Majapahit-Sunda Tragedy Really Happen or Is It a Historical Myth?

RADAR TULUNGAGUNG - The Bubat War remains one of the most controversial episodes in...

B.J. Habibie Legacy: How Indonesia’s Engineer-President Rescued a Nation and Laid the Foundations of Reform

RADAR TULUNGAGUNG - The legacy of B.J. Habibie continues to shape modern Indonesia decades after...