Ayam Goreng Kampung Mbok Mi, Pit Stop Lezat Rombongan Pelari Tulungagung

Published on

spot_img

PONOROGO, Radar Tulungagung – ada satu tempat makan yang tak boleh terlewat kalau Anda melintas di Kabupaten Ponorogo, apalagi kalau perut sudah mulai keroncongan usai perjalanan panjang: Warung Ayam Goreng Kampung Mbok Mi. Warung sederhana namun penuh cita rasa ini menjadi destinasi kuliner yang wajib banget dicoba, terutama bagi para pecinta ayam goreng kampung yang renyah di luar, juicy di dalam.

Dan benar saja, pada hari ini, warung legendaris tersebut kedatangan tamu istimewa: rombongan pelari asal Tulungagung yang tergabung dalam Squad Tulungagung. Usai menuntaskan tantangan ekstrem Ring of Lawu 100K, para pelari ini memilih berhenti sejenak di Ponorogo, bukan hanya untuk mengisi tenaga, tapi juga untuk merayakan pencapaian mereka dengan santapan nikmat khas Mbok Mi.

Baca Juga  Golkar Tulungagung Highlights Media Collaboration During Meeting With Radar Tulungagung

Salah satu owner warung, dengan ramah menyambut kedatangan mereka, bahkan menyempatkan mendokumentasikan momen hangat tersebut.
“Dari mana Mas? Wah seneng banget bisa dikunjungi pelanggan dari luar kota. Kapan-kapan mampir lagi ya,” ucap beliau dengan tawa ceria yang khas, membuat suasana makin hangat dan akrab.

Enggar, salah satu anggota Squad Tulungagung, membagikan pengalamannya,
“Ini kunjungan saya yang ketiga ke Warung Mbok Mi. Pertama kali dikenalkan atasan, kedua bareng istri, dan kali ini lebih spesial, karena bareng teman-teman pelari yang baru saja finish kuat-kuat di Ring of Lawu.”

Menu ayam goreng kampung racikan Mbok Mi memang istimewa—dengan bumbu meresap sampai tulang dan sambal yang bikin ketagihan. Tak heran, banyak pelanggan datang kembali berkali-kali. Untuk Anda yang belum pernah mencicipi, mungkin sudah waktunya memasukkan Warung Mbok Mi ke dalam daftar kuliner wajib kunjung saat ke Ponorogo.

Baca Juga  How Tulungagung Marble Reached Global Markets Through One Entrepreneur’s Vision

Lari boleh jauh, tapi selera tetap harus pulang ke Mbok Mi.
Tetap semangat, tetap kompak, dan tetap lapar untuk petualangan selanjutnya!

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

13th Salary for Indonesian Civil Servant Retirees Set to Be Paid in June 2026 After PMK No. 13/2026 Issued

RADAR TULUNGAGUNG - The Indonesian government has confirmed that the 13th salary for Indonesian...

More like this

Kekeringan Pacitan, YBM BRILiaN BRI Salurkan 35 Ribu Liter Air Bersih ke 7 Titik

PACITAN, – Krisis air bersih akibat musim kemarau melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan....

Sumpah Pemuda dan Krisis Imajinasi Sebuah Bangsa

Oleh: M. Sholichul Umam Ada yang ganjil dari cara kita memperingati Sumpah Pemuda. Setiap Oktober,...

Dari Jualan Sembako hingga Jadi Agen BRILink, Nofiliya Rasakan Manfaatnya di Pasar Legi Blitar

BLITAR – Nofiliya membuktikan bahwa usaha kecil bisa berkembang dengan memanfaatkan peluang yang ada....