Desa Wonocoyo Trenggalek Jadi Sentra Pembuatan Beton, Warisan Turun-temurun dari Generasi Sebelumnya

Published on

spot_img

TRENGGALEK – Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, Trenggalek, kini dikenal sebagai salah satu sentra pembuatan beton terbesar di wilayah Trenggalek.

Industri rumahan yang digeluti masyarakat setempat ini telah menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak warga dan turut menggerakkan roda ekonomi desa.

Salah satu perajin beton, Zakaria menuturkan, usaha pembuatan beton di Wonocoyo telah berjalan sejak lama dan menjadi warisan turun-temurun dari generasi sebelumnya.

“Usaha ini sudah dari dulu. Walau lajunya kadang nggak lancar, istilahnya lumintu, tapi setiap hari selalu ada pesanan,” ujarnya saat ditemui di tempat produksinya, Rabu (22/10).

Menurut dia, permintaan beton dari Wonocoyo tidak hanya datang dari sekitar Trenggalek, tetapi juga dari berbagai daerah lain termasuk Ngawi, Madiun, dan Ponorogo.

Baca Juga  Cegah Polemik Sumbangan Sukarela, Pemkab Trenggalek Terapkan Kebijakan Baru bagi Sekolah

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas beton buatan Wonocoyo sudah diakui pasar di luar daerah.

Meski begitu, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor ini berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah.

“Kami berharap ada dukungan dan pembinaan dari pemerintah, karena ini adalah UMKM turun-temurun yang perlu dijaga dan dikembangkan,” harapnya.

Pemerintah Desa Wonocoyo menyambut baik semangat warganya dalam mengembangkan usaha lokal dan berkomitmen untuk terus mendorong potensi ekonomi kreatif masyarakat, terutama di sektor bahan bangunan seperti beton.

Dengan potensi besar yang dimiliki, Desa Wonocoyo berpeluang menjadi pusat industri beton yang tidak hanya menopang ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat posisi Trenggalek sebagai daerah penghasil bahan bangunan berkualitas di Jawa Timur. (gun/c1/din)

Baca Juga  Jadi Seorang Perajin Warangka Keris, Laidianto Lestarikan Budaya di Era Globalisasi hingga Tembus Pasar Luar Jawa

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

13th Salary for Indonesian Civil Servant Retirees Set to Be Paid in June 2026 After PMK No. 13/2026 Issued

RADAR TULUNGAGUNG - The Indonesian government has confirmed that the 13th salary for Indonesian...

More like this

KONI Assets Dispute Emerges as New Blitar Sports Committee Chairman Challenges Handover Decision

BLITAR - A KONI assets dispute has emerged in Blitar City after East Java...

People’s School Program in Blitar Awaits Teacher Guidelines From Central Government

BLITAR - People’s School Program in Blitar City remains in the preparation stage as...

Free Nutritious Meal Program in Blitar Faces Certification Gap as 12 Nutrition Service Units Lack Hygiene Permits

BLITAR - Free Nutritious Meal Program in Blitar City continues to expand, but local...