Penunjukan Sambirobyong Jadi Salah Satu SPPG di Tulungagung Cukup Beralasan, Kades Munip: Kami Ada Program Ketahanan Pangan

Published on

spot_img

RADAR TULUNGAGUNG – Komitmen Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung dalam membangun ketahanan pangan mendapat pengakuan.

Desa yang berada di Tulungagung timur ini resmi ditetapkan sebagai lokasi Sentra Pelayanan Pangan Gratis (SPPG).

Kepala Desa Sambirobyong, Gus Munip mengatakan, penunjukan Sambirobyong sebagai lokasi SPPG bukan tanpa alasan.

Sejak awal 2025, desa ini telah merintis program ketahanan pangan berbasis pekarangan yang dikelola langsung oleh warga di tingkat RT.

Sebanyak 30 ribu polybag berisi tanaman pangan seperti cabai, tomat, terong, dan sawi ditanam secara kolektif dalam skema pemanfaatan lahan terbatas.

“Awalnya Sambirobyong dipilih mewakili Kecamatan Sumbergempol untuk program ketahanan pangan. Dari situ, kami bersama BPD dan LKD merancang program pemanfaatan pekarangan per RT. Setelah itu kami anggarkan lewat APBDes,” jelasnya.

Baca Juga  World Dance Day 2026 in Tulungagung Celebrates Bumi Ngrowo Mataya With 30 Dance Studios

Setelah implementasi berjalan, hasilnya mulai terlihat dan mendapat perhatian dari Polres Tulungagung.

Kemudian merekomendasikan Sambirobyong sebagai lokasi pembangunan dapur SPPG. Proses pembangunan dimulai sejak Januari dan kini telah rampung.

Selain memberi manfaat bagi siswa dari mulai jenjang PAUD hingga Madrasah Ibtidaiyah yang berjumlah sekitar 700 siswa.

SPPG juga dirancang untuk memperluas layanan pangan bergizi kepada ibu hamil dan warga lanjut usia.

“SPPG ini akan menjadi pusat distribusi pangan sehat di desa kami. Anak-anak bisa makan bergizi tanpa biaya, dan ke depan lansia serta ibu hamil juga akan dijangkau,” kata pria yang menjabat sejak 2002.

Tak hanya soal pangan, program ini juga membuka peluang ekonomi baru. Pemerintah desa menggandeng BUMDes Sambirobyong sebagai mitra dalam penyediaan bahan makanan, termasuk hasil pertanian lokal yang telah dikembangkan lewat program ketahanan pangan per RT.

Baca Juga  Tulungagung Civil Servant Work Hours Cut for Ramadan, 32.5-Hour Week Enforced

“Ini jadi siklus ekonomi yang saling menguatkan. Warga menanam, BUMDes menyalurkan, dan masyarakat menerima manfaat. Harapan kami, efeknya tidak hanya sosial, tapi juga meningkatkan kesejahteraan desa secara menyeluruh,” ujarnya.

Penempatan SPPG di Sambirobyong menjadi contoh bagaimana desa bisa mengambil peran aktif dalam agenda nasional.

Lebih dari sekadar lokasi, Sambirobyong memperlihatkan kesiapan sistem, partisipasi warga, dan arah pembangunan yang berkelanjutan berbasis pangan.*

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

Eid Traffic Preparations Begin in Trenggalek as Officials Repair Signals and Deploy Road Teams

TRENGGALEK - The Trenggalek administration has stepped up Eid traffic preparations before this year’s...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Homo Erectus Fossils in Java Challenge Long-Held Human Evolution Theories, Highlighting Indonesia’s Global Scientific Importance

RADAR TULUNGAGUNG - The discovery of Homo erectus fossils estimated to be 1.8 million years...

Bubat War Controversy: Did the Majapahit-Sunda Tragedy Really Happen or Is It a Historical Myth?

RADAR TULUNGAGUNG - The Bubat War remains one of the most controversial episodes in...

B.J. Habibie Legacy: How Indonesia’s Engineer-President Rescued a Nation and Laid the Foundations of Reform

RADAR TULUNGAGUNG - The legacy of B.J. Habibie continues to shape modern Indonesia decades after...