Mayoritas Pelaku Usaha di Tulungagung Kantongi Sertifikat PIRT, Hingga September 2025 Ada 1.363 Pemohon

Published on

spot_img

RADAR TULUNGAGUNG – Hak-hak pelanggan pantang dikesampingkan pelaku usaha bidang pangan di Tulungagung.

Tak mustahil mayoritas sektor produksi makanan olahan rumahan di Tulungagung telah berizin dan memiliki sertifikasi dari Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Fira Permatasari, menjelaskan bahwa jumlah data pengajuan PIRT tahun ini hingga September 2025 tercatat sudah mencapai angka 1.363 pemohon.

“Hal tersebut membuktikan bahwa kesadaran akan perizinan PIRT tersebut di Tulungagung sudah cukup baik. Mereka para pelaku usaha sudah memperhatikan hak-hak pelanggannya, salah satunya PIRT tersebut,” ungkapnya.

Meski begitu, Fira, sapaan akrabnya, menyebut tetap perlu adanya sosialisasi dan edukasi terkait pentingnya perizinan produk olahan makanan.

Baca Juga  Tulungagung Poverty Rate Falls to 5.96% in First Year of Gatut-Baharudin Leadership, Development Indices Show Broad Gains

Karena juga masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki PIRT. Padahal, pengurusan pengajuan PIRT saat ini sangatlah mudah.

Yaitu, para pelaku usaha hanya butuh memiliki nomor izin berusaha (NIB) dan desain label.

“Saat ini perizinan usaha sudah sangat mudah didapatkan. Jika masih sulit, kami dari dinkes juga bisa membantu,” katanya.

Menurut dia, saat ini tantangan terbesarnya bukan terkait pengajuan perizinannya, melainkan dari komitmen para pelaku usaha dalam menjalankan apa yang sudah diajukan di perizinannya tersebut.

Karena dalam praktiknya, mereka ketika mengajukan perizinan bersungguh-sungguh memenuhi kriteria kesehatan dan persyaratan lainnya.

Namun setelah dapat perizinan mulai ada keteledoran dan tidak memenuhi persyaratan dalam proses produksi olahan makanan.

Baca Juga  Vehicle Registration Fraud Case in Tulungagung Uncovers Misuse of Car Ownership Document

“Hal tersebut yang perlu kami lakukan pendampingan. Agar seluruh pelaku usaha pangan di Tulungagung bisa konsisten dalam menjaga mutu produknya,” tegasnya.

Dia menambahkan, PIRT tersebut sangat penting dimiliki agar para pelanggan atau konsumen bisa tahu mana makanan yang benar-benar bersertifikat dan terjamin kualitasnya.

“Sehingga masyarakat bisa menikmati bukan hanya rasa, melainkan juga manfaat kesehatannya,” pungkasnya. (sri/c1/rka)

Latest articles

popular

Myanmar to host tourism expo at the end of 2018

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

Flights to these big cities will be mega cheap in November

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

The Essential Back-to-Work Style Guide for Men

To understand the new politics stance and other pro nationals of recent times, we...

Red is a must-have trend this season and not just for Christmas

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

Tulungagung Targets Rp546 Billion Investment as Food and Beverage Sector Leads Growth

TULUNGAGUNG - Tulungagung investment is expected to reach Rp546 billion in 2026, as the...