Satu Jemaah Haji Pulang Belakangan

Published on

spot_img

KOTA, Radar Trenggalek – Yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul di depan mata. Hampir dua bulan lamanya, anggota keluarga tercinta yang menunaikan rukun Islam kelima itu akhirnya menginjakkan kaki kembali di Bumi Menak Sopal tepat pukul 15.46 kemarin (13/6).

Suasana haru dan penuh rasa syukur terasa begitu kental di Pendapa Manggala Praja Nugraha. Begitu anggota keluarga tercinta turun dari bus, tangis bahagia langsung pecah. Kerinduan yang terpendam pun akhirnya lunas tercurahkan. Bahkan tak sedikit mata penjemput lain yang berkerumun di luar pagar Pendapa Manggala Praja Nugraha ikut berkaca-kaca.

Kasi Pembinaan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Trenggalek, Subhan Hamzah mengatakan, ada jemaah haji asal Trenggalek yang belum bisa pulang bersama seluruh anggota kloter 4. Yakni, satu jemaah haji bernama Samsudin yang kelelahan dan sakit. “Ada satu jemaah haji atas nama Pak Samsudin yang sakit dan pulangnya tidak bersamaan ke Trenggalek,” katanya.

Baca Juga  Baru 22 Hewan di Trenggalek Tervaksinasi, Kini Tersisa 53 Dosis Vaksin

Samsudin, lanjut Subhan, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dari informasi terakhir sudah sehat setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jeddah. Dengan begitu, sesegera mungkin menyusul pulang ke tanah air. “Secara umum 357 jemaah haji Trenggalek lengkap. Meskipun ada yang ikut kloter lain,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu jemaah haji Trenggalek, Jamaludin Malik, mengaku jika pada musim haji ini ada sistem baru yang diterapkan Kerajaan Arab Saudi. Namun, dia memilih tidak mau ambil pusing asalkan tetap bisa beribadah, dan menganggap itu merupakan sebuah ujian. “Jangan ambil yang mudah saja, yang sulit pun harus tetap dijalani,” katanya, sambil mengucap syukur bisa kembali ke Trenggalek dengan selamat.

Baca Juga  PKB Trenggalek Rewards Former Legislative Candidates to Maintain Party Solidarity After 2024 Election

Pria yang juga kepala MTsN 1 Trenggalek ini mengaku bahwa cuaca di Arab Saudi terhitung standar. Suhu harian berkisar antara 39 hingga 40 derajat Celsius. “Panasnya tidak terlalu menyengat dan standar,” ujarnya.(*/c1/rka)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

Eid Traffic Preparations Begin in Trenggalek as Officials Repair Signals and Deploy Road Teams

TRENGGALEK - The Trenggalek administration has stepped up Eid traffic preparations before this year’s...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

KONI Assets Dispute Emerges as New Blitar Sports Committee Chairman Challenges Handover Decision

BLITAR - A KONI assets dispute has emerged in Blitar City after East Java...

People’s School Program in Blitar Awaits Teacher Guidelines From Central Government

BLITAR - People’s School Program in Blitar City remains in the preparation stage as...

Free Nutritious Meal Program in Blitar Faces Certification Gap as 12 Nutrition Service Units Lack Hygiene Permits

BLITAR - Free Nutritious Meal Program in Blitar City continues to expand, but local...