Pamor Meredup, Wisata Kaloka Forest Park di Blitar Kini Sepi Pengunjung dan Tak Terurus

Published on

spot_img

BLITAR — Destinasi wisata Kaloka yang ada di Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, Blitar, sempat menjadi daya tarik warga beberapa tahun lalu.

Namun, kini kawasan wisata Kaloka tersebut tampak terbengkalai. Kawasan yang pernah ramai dikunjungi masyarakat ini perlahan kehilangan pengunjung, hingga akhirnya benar-benar sepi tanpa aktivitas.

Agus, warga setempat menuturkan, meredupnya Kaloka berawal sejak masa pandemi Covid-19. Saat itu, pembatasan aktivitas masyarakat membuat kunjungan wisatawan berhenti total.

“Kaloka ini mulai terbengkalai seingat saya waktu Covid-19 dan karantina itu. Pamornya jadi cuma sebentar,” ujarnya.

Menurutnya, pengelola kemungkinan tidak mampu menghidupkan kembali Kaloka setelah pandemi. Tidak ada upaya serius untuk memperbaiki fasilitas maupun menarik minat wisatawan.

Baca Juga  City Plans Parking Regulation Overhaul and Expansion of Official Zones After Missing 2025 Revenue Target in Blitar

Akibatnya, kawasan yang dulunya menjadi alternatif rekreasi warga ini dibiarkan begitu saja hingga semakin tak terurus.

“Pengelolanya mungkin gak sanggup untuk mengelola agar lebih baik, jadi dibiarin kayak begini,” tambah Agus.

Kini, kondisi Kaloka jauh dari kata layak sebagai destinasi wisata. Beberapa bangunan tampak tidak terawat, sementara area sekitar mulai dipenuhi semak belukar.

Hal ini tentu disayangkan, mengingat Kaloka sempat memberi warna tersendiri bagi warga sekitar sebagai ruang hiburan sekaligus penggerak ekonomi kecil.

Meski begitu, Agus masih optimistis jika ada kemauan dari pihak pengelola.

“Saya tidak bisa memberikan solusi apa-apa mas, yang penting pengelola mau mengelola kembali, mungkin bisa dibangkitkan lagi,” harap lelaki 35 tahun tersebut.

Baca Juga  Blitar School Demolition Sparks Concern as Lawmakers Push for Asset Certification and Replacement Classrooms

Seperti diketahui, keberadaan wisata Kaloka di kawasan hutan jati di pinggir aliran Sungai Brantas ini sempat menjadi favorit wisatawan beberapa tahun lalu.

Banyak agenda yang diselenggarakan di lokasi wisata ini. Suasana di tengah kawasan hutan jati sangat mendukung wisatawan yang ingin merasakan nuansa yang berbeda di tengah rutinitas harian. (mg4/ynu)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

Eid Traffic Preparations Begin in Trenggalek as Officials Repair Signals and Deploy Road Teams

TRENGGALEK - The Trenggalek administration has stepped up Eid traffic preparations before this year’s...

The bond market is even bigger than the stock market

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

More like this

Kekeringan Pacitan, YBM BRILiaN BRI Salurkan 35 Ribu Liter Air Bersih ke 7 Titik

PACITAN, – Krisis air bersih akibat musim kemarau melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan....

Sumpah Pemuda dan Krisis Imajinasi Sebuah Bangsa

Oleh: M. Sholichul Umam Ada yang ganjil dari cara kita memperingati Sumpah Pemuda. Setiap Oktober,...

Dari Jualan Sembako hingga Jadi Agen BRILink, Nofiliya Rasakan Manfaatnya di Pasar Legi Blitar

BLITAR – Nofiliya membuktikan bahwa usaha kecil bisa berkembang dengan memanfaatkan peluang yang ada....