Pamor Meredup, Wisata Kaloka Forest Park di Blitar Kini Sepi Pengunjung dan Tak Terurus

Published on

spot_img

BLITAR — Destinasi wisata Kaloka yang ada di Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, Blitar, sempat menjadi daya tarik warga beberapa tahun lalu.

Namun, kini kawasan wisata Kaloka tersebut tampak terbengkalai. Kawasan yang pernah ramai dikunjungi masyarakat ini perlahan kehilangan pengunjung, hingga akhirnya benar-benar sepi tanpa aktivitas.

Agus, warga setempat menuturkan, meredupnya Kaloka berawal sejak masa pandemi Covid-19. Saat itu, pembatasan aktivitas masyarakat membuat kunjungan wisatawan berhenti total.

“Kaloka ini mulai terbengkalai seingat saya waktu Covid-19 dan karantina itu. Pamornya jadi cuma sebentar,” ujarnya.

Menurutnya, pengelola kemungkinan tidak mampu menghidupkan kembali Kaloka setelah pandemi. Tidak ada upaya serius untuk memperbaiki fasilitas maupun menarik minat wisatawan.

Baca Juga  Atlet Asal Blitar Bayu Buldozer Juara Dunia Cabor Kickboxing, Kalahkan Tuan Rumah Uzbekistan

Akibatnya, kawasan yang dulunya menjadi alternatif rekreasi warga ini dibiarkan begitu saja hingga semakin tak terurus.

“Pengelolanya mungkin gak sanggup untuk mengelola agar lebih baik, jadi dibiarin kayak begini,” tambah Agus.

Kini, kondisi Kaloka jauh dari kata layak sebagai destinasi wisata. Beberapa bangunan tampak tidak terawat, sementara area sekitar mulai dipenuhi semak belukar.

Hal ini tentu disayangkan, mengingat Kaloka sempat memberi warna tersendiri bagi warga sekitar sebagai ruang hiburan sekaligus penggerak ekonomi kecil.

Meski begitu, Agus masih optimistis jika ada kemauan dari pihak pengelola.

“Saya tidak bisa memberikan solusi apa-apa mas, yang penting pengelola mau mengelola kembali, mungkin bisa dibangkitkan lagi,” harap lelaki 35 tahun tersebut.

Baca Juga  British Investor Eyes Blitar Waste Management Investment With Modern Processing Plan

Seperti diketahui, keberadaan wisata Kaloka di kawasan hutan jati di pinggir aliran Sungai Brantas ini sempat menjadi favorit wisatawan beberapa tahun lalu.

Banyak agenda yang diselenggarakan di lokasi wisata ini. Suasana di tengah kawasan hutan jati sangat mendukung wisatawan yang ingin merasakan nuansa yang berbeda di tengah rutinitas harian. (mg4/ynu)

Latest articles

popular

Young Farmers in Tulungagung Remain Below 10 Percent as Regeneration Challenge Grows

TULUNGAGUNG - Young farmers in Tulungagung still account for less than 10 percent of the...

Literacy Drive in Tulungagung Expands as Public Library Offers More Than 861,000 Book Collections

TULUNGAGUNG - Literacy drive efforts in Tulungagung continue to expand as the local library agency...

How should I prepare financially to launch my own business?

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

An entrepreneur shares 20 tips for traveling for free

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia,...

13th Salary for Indonesian Civil Servant Retirees Set to Be Paid in June 2026 After PMK No. 13/2026 Issued

RADAR TULUNGAGUNG - The Indonesian government has confirmed that the 13th salary for Indonesian...

More like this

Gemilang! Percasi Tulungagung Ukir Sejarah Raih Runner-up Juara Umum Kejurprov Catur Jatim 2026

Pendahuluan Kabupaten Tulungagung kembali mengukir tinta emas...

Makanan Sehat untuk Diet: Raih Berat Ideal dengan Pilihan Tepat

Memulai perjalanan diet untuk mencapai berat badan ideal seringkali diiringi pertanyaan: makanan apa yang...

NestJS untuk Pemula: Panduan Lengkap Membangun API Modern dengan TypeScript

Dunia pengembangan backend terus berkembang pesat, dan salah satu framework yang semakin populer di...