TULUNGAGUNG – Menjelang arus mudik Lebaran yang tinggal dua bulan lagi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai mempercepat program perbaikan jalan Tulungagung. Upaya ini difokuskan pada tambal sulam kerusakan skala minor di sejumlah ruas jalan kabupaten. Langkah tersebut diambil untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus menjawab keluhan masyarakat yang kerap mengeluhkan keberadaan jalan berlubang.
PUPR telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk program penambalan tersebut. Dana itu dibagi rata ke empat unit pelaksana teknis (UPT), di mana masing-masing UPT mendapatkan jatah Rp 750 juta. Pembagian anggaran ini bertujuan agar penanganan jalan berlubang dapat dilakukan lebih cepat, merata, dan tidak menumpuk pada satu titik koordinasi saja.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang memproses pengadaan material coldmix atau aspal kemasan yang digunakan untuk perbaikan cepat. Coldmix menjadi pilihan karena mudah diaplikasikan, tidak memerlukan pemanasan, dan efektif untuk kerusakan ringan.
“Sekarang masih proses pengadaan coldmix. Ini untuk penanganan jalan berlubang dan kerusakan ringan lainnya di ruas jalan kabupaten,” ujar Sodik.
Perbaikan Minor Diprioritaskan untuk Keselamatan
Sodik menegaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah memperbaiki kerusakan minor yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Banyak titik berlubang yang dikeluhkan masyarakat karena sering menyebabkan kendaraan oleng, terpeleset, hingga memicu kecelakaan lalu lintas.
Kerusakan seperti itu umumnya muncul akibat hujan deras yang menyebabkan permukaan jalan mengelupas. Jika tidak segera ditangani, lubang kecil bisa berkembang menjadi kerusakan lebih besar, mengganggu arus lalu lintas, dan meningkatkan risiko kecelakaan. Karena itulah, PUPR bergerak cepat agar semua titik prioritas bisa segera ditangani.
Pembagian anggaran ke empat UPT juga sengaja dilakukan agar setiap wilayah dapat bergerak otonom. Dengan begitu, UPT tidak perlu menunggu instruksi pusat dan bisa langsung mengatasi kerusakan yang muncul di wilayah masing-masing. Sistem ini diharapkan meningkatkan efisiensi waktu dan mempercepat respon terhadap laporan kerusakan.
Persiapan Jelang Arus Mudik Lebaran
Selain untuk perbaikan rutin, kegiatan perbaikan jalan Tulungagung ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi peningkatan volume kendaraan menjelang Lebaran. Jalan kabupaten diprediksi akan dipadati kendaraan pribadi, sepeda motor, dan angkutan umum yang melintas ke berbagai kecamatan.
“Ini sekaligus persiapan hari raya. Harapannya kerusakan jalan yang sifatnya minor bisa segera tertangani sehingga tidak membahayakan pengguna jalan,” terang Sodik.
Pada masa mudik, kondisi jalan yang kurang baik dapat membuat perjalanan masyarakat terhambat dan meningkatkan angka kecelakaan. Oleh karena itu, PUPR menargetkan penambalan dilakukan secepat mungkin setelah material coldmix tiba. Penanganan akan difokuskan pada ruas-ruas dengan lalu lintas tinggi serta titik yang rawan kecelakaan.
Strategi PUPR untuk Percepatan Penanganan
PUPR Tulungagung telah menyusun strategi percepatan perbaikan dengan penekanan pada:
- Pemetaan kerusakan prioritas
Setiap UPT diminta memperbarui data titik kerusakan di wilayahnya untuk memastikan seluruh jalur penting tercover. - Penggunaan coldmix
Material ini memungkinkan penanganan cepat tanpa menunggu kondisi cuaca terlalu kering seperti pada penggunaan aspal panas. - Laporan masyarakat
Masyarakat diminta aktif melapor jika menemukan jalan berlubang agar petugas dapat segera menindaklanjuti. - Koordinasi intensif antar-UPT
Jika satu wilayah membutuhkan bantuan tambahan, UPT lain dapat segera memperkuat tenaga untuk percepatan.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap seluruh jalan kabupaten dalam kondisi aman sebelum memasuki masa mudik.
Respons Masyarakat dan Harapan Ke Depan
Masyarakat Tulungagung cukup antusias menyambut langkah cepat PUPR ini. Selama beberapa bulan terakhir, keluhan tentang kerusakan jalan meningkat, terutama di jalur-jalur yang dilalui kendaraan berat. Kondisi cuaca hujan juga memperparah kerusakan, sehingga perbaikan menjadi sangat mendesak.
Warga berharap anggaran Rp 3 miliar ini benar-benar digunakan efektif dan perbaikannya dapat dirasakan hingga pelosok kecamatan. Mereka juga berharap program perbaikan tidak hanya berhenti pada tambal sulam, tetapi dilanjutkan dengan peningkatan kualitas jalan pada masa anggaran berikutnya.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, pemerintah optimistis bahwa program perbaikan jalan Tulungagung dapat mengurangi risiko kecelakaan serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran.

